SEMAKIN POLRI diam dan tidak segera mengusut akun Kaskus Fufufafa, semakin publik yakin bahwa pemilik akun itu adalah keluarga Istana.
----------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Di negeri ini menghina selain Joko Widodo agaknya diperbolehkan.
Kesimpulan ini dapat diambil dari kasus akun Kaskus Fufufafa. Kepolisian Republik Indonesia tidak segera bertindak untuk mengusut dan menindak pemilik akun tersebut.
Padahal, penghinaan yang dilakukan akun Kaskus Fufufafa terhadap presiden terpilih Prabowo Subianto dan keluarganya, terhadap mantan Presiden SBY, menyebarkan rasis dan perkataan yang kotor dan tidak senonoh di mata publik, sangat terang benderang.
Bahkan Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi yang di antaranya bertugas melindungi hak dan kehormatan warga negara sesuai amanat konsitusi, seharusnya segera bertindak untuk mengusut, bukan malah melakukan pembelaan?
Jika saja kepolisian Republik Indonesia tidak segera bertindak dan mengusut tuntas siapa di balik Pemiliki akun Kaskus Fufufafa itu, semakin meyakinkan publik bahwa Polri juga ikut melindungi si pelaku kejahatan siber tersebut.
Jika Polri di bawah Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo tidak juga bertindak dengan memerintahkan pengusutan hingga tuntas terhadap akun Fufufafa yang telah lakukan perbuatan penghinaan dua tokoh bangsa dan nenyebarkan perbuatan perkataan kotor dan tidak senonoh, dengan moto presisi, Jenderal Sigit Listyo Prabowo gagal sebagai Kapolri dan patut mundur.
Jika saja Polri sesuai amanat konsitusi, melindungi, mengayomi dan melayani rakyat Indonesia berdiam diri, tidak bertindak secara profesional untuk mengusut, membongkar dan menangkap pemilik akun Kaskus Fufufafa, publik akan anggap Polri melindungi pelaku kejahatan.
Bagaimana mungkin Polri dapat menjalankan tugas membela hak dan kehormatan warga negara biasa jika saja tokoh-tokoh besar bangsa semisal presiden terpilih, yakni Prabowo Subianto dan nantan Presiden SBY, Polri membiarkan kasus ini?
Semakin berdiam diri di tengah teriakan netizen dan sejumlah pakar, termasuk yang dimotori oleh pakar Telematika Dr Roy Suryo membongkar dan semakin membuat terang benderang kasus ini di mata publik, publik semakin yakin nama keluarga Istana semakin diyakini sebagai pelakunya.
Karena selama ini, kasus-kasus yang menyentuh nama-nama keluarga Istana, seperti yang santer diberitakan di publik, yaitu Gibran, Kaesang dan Bobby Nasution, terlihat aparat penegak hukum ewuh pekewuh untuk menyentuhnya. Apakah itu, KPK, Kejaksaan maupun Kepolisian.
Jadi, jika dalam kasus Kaskus Fufufafa Polri semakin berdiam diri tidak segera mengusut dan menangkap pelakunya, publik semakin yakin perkara ini (Fufufafa) dilakukan oleh Keluarga Istana, sehingga kebal hukum.
Sehingga negeri ini publik meyakini kalau selain Jokowi dan keluarga boleh dihina dina dengan penuh kenistaan. Asal bukan Joko Widodo dan keluarganya?
Apakah memang demikian?
Wallahu'alam.
Surabaya: 13 September 2024.







