JAKARTA, HARIAN UMUM - Jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan genap dua tahun pada Rabu (16/10/2019) kemarin. Meski dinilai sudah banyak pencapaian, namun sejumlah masalah masih dikeluhkan.
Beberapa persoalan harus dibenahi Anies tersebut diungkapkan sejumlah aktifis Jakarta di acara syukuran dua tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (16/10/2019) malam.
Salah satunya disampaikan aktifis yang hadir yaitu, Relawan Kesehatan Agung Nugroho terkait permasalahan kesehatan. Menurut Agung, warga Jakarta masih butuh adanya rumah sakit umum daerah (RSUD) yang bisa memberikan pelayanan maksimal. Kebanyakan warga dirujuk ke RS seperti RSCM (Rumah Sakit Ciptomangunkusumo) atau RS Fatmawati yang prosedur terlalu panjang.
"Selain adanya penambahan RS, warga DKI juga butul telepon ambulan jenazah. Karena produsernya panjang. Sementara akses untuk mobil ambulan dibutuhkan cepat," ujar Agung.
Agung menambahkan, perlu adanya partisipasi warga agar upaya peningkatan kesehatan bisa dirasakan masyarakat. "Caranya dengan membuat tindakan preventif di lingkungan agar penyakait bisa dihindari sedini mungkin," ucapnya.
Adapun bagi RS swasta, Agung meminta agar memperhatikan lingkungan sekitar RS tersebut berada. "Perlu perhatian dari RS swasta terhadap lingkungan sekitar nya. Karena masih banyak jentik, padahal keberadaan RS tersebut berdekatan dengan lingkungan," tandasnya.
Di tempat yang sama, Sekertaris KONI DKI Jakarta, Djamran mengatakan, pembangunan infrastruktur memang sudah menjadi kewajiban Gubernur dalam membangun sebuah kota. Namun, ada hal yang belum disentuh yaitu masalah Ekonomi.
Djamran menyarankan agar masyarakat diperdayakan dalam menggerakkan ekonomi di wilayah. Contohnya, dalam pembuatan seragam sekolah. Dimana sekolah yang ada di satu kelurahan diwajibkan membeli seragam dari produksi warga di kelurahan tersebut. Begitu juga usaha lain misalnya di bidang kuliner. "Kalau diperdayakan seperti itu, saya rasa ekonomi akan bergerak," ungkapnya. (Zat)







