JAKARTA, HARIAN UMUM - Pasar tradisional di Ibukota menjadi salah satu tempat paling rawan penularan wabah Covid-19. Apalagi sejumlah pedagang di pasar tradisional diketahui sudah terpapar virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu.
Oleh sebab itu, Perumda (PD) Pasar Jaya selaku pengelola pasar tradisional melakukan berbagai upaya untuk menekan wabah covid-19. Salah satunya dengan melakukan tes Covid-19 pada pedagang di sejumlah pasar tradisional.
"Sudah di tes sebanyak 1418 pedagang, kemudian yang sudah ada hasilnya itu ada 6 pasar. Totalnya terpapar itu sebanyak 52 orang selebihnya yang 10 pasar kita masih menunggu hasil. Sementara ada tiga pasar dikatakan negatif," kata Dirut Perumda (PD) Pasar Jaya Arief Nasrudin dalam diskusi virtual bersama wartawan Balai Kota, Jakarta, Kamis (11/6/2020).
Selain itu menurut Arief, pihaknya menerapkan sejumlah kebijakan proteksi untuk mencegah penyebaran virus yang belum ditemukan vaksin itu. Dalam menerapkan kebijakan tersebut, turut melibatkan sejumlah stakeholder.
"Dari walikota, Satpol PP serta instansi pemerintahan DKI seperti PMI dan elemen organisasi lainnya Puskopas. Inten sekali untuk proteksi pasar tradisional. Kita tidak giat atau pasif, tapi benar-benar meminta pedagang dan seluruh stakeholder untuk bantu kita," lanjutnya.
Dalam penerapan proteksi, Arief mengungkapkan, pihaknya memberlakukan kebijakan ganjil genap. "Kita sudah melakukan ganjil genap atau nomor kios mengikuti tanggal kita, tanggal 1 ganjil, berarti yang buka kios yang ganjil. Untuk tanggal 2, genap berarti yang buka kios yang genap," ucapnya.
Sementara bagi pedagang diwajibkan untuk memakai faceshield. Sementara untuk para pengunjung diharuskan memakai masker. "Jadi ketika interaksi bisa aman dan nyaman. Karena pengunjung juga menggunakan masker," tutur Arief. (Zat)






