Jakarta, Harian Umum - Sebanyak 2/3 dari 14 korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025), yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mengalami gangguan pendengaran.
Direktur Utama RSI Cempaka Putih, Pradono Handojo menyebut sudah tak ada pasien korban ledakan di SMAN 72 yang ditangani diInstalasi Gawat Darurat (IGD), karena semuanya telah dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Saat ini pasien yang pulang ada 29 dan saat ini yang di ranap (ruang rawat inap) ada 14 orang dan pagi ini di-visit bapak Jenderal (Kapolri Listyo Sigit Prabowo)," kata Pradono kepada wartawan Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, pemulihan fisik terhadap para korban akan berlangsung cepat, akan tetapi dia mengatakan sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran.
"Kami merasa pemulihan secara jasmani akan terjadi dengan cepat, karena karakter anak anak masih muda. Kecuali pada bagian pendengaran yang sekitar 2/3 mengalami gangguan pendengaran," ungkapnya.
Meski demikian,bPradono mengatakan bahwa trauma healing juga perlu dilakukan untuk memulihkan psikologi korban..
"Namun tentu pemulihan setelah jasmaninya kembali normal merupakan tugas besar kita bersama, yaitu konseling psikologis dan lebih penting lagi bagaimana pencegahan agar hal ini tidak terjadi kembali," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, hingga Sabtu (8/11/2025) ini masih ada 29 korban ledakan di SMAN 72 yang masih dirawat, di mana 14 di antaranya dirawat di RSI Cempaka Putih, sementara 15 lainnya dirawat di RS Yarsi (14 orang) dan RS Pertamina Jaya (1 lorang).
Total korban yang dirawat di RSI Cempaka Putih awalnya 29 orang dari total korban yang mencapai 54 orang, akan tetapi 15 di antaranya sudah diizinkan pulang.
Saksi mengatakan, saat peristiwa terjadi, terdengar dua kali ledakan dari SMAN 72. Bisa jadi, korban yang mengalami gangguan pendengaran berada pada lokasi terdekat dari titik ledakan yang berada di masjid dalam.kompleks SMAN 72. (man)





