Jakarta, Harian Umum - Ulama dan habaib di Jakarta menjagokan tiga nama untuk head to head dengan Presiden Jokowi di Pipres 2019.
Ketiganya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuanku Guru Bajang (TGB).
"Pak Prabowo Subianto (ketua umum Partai Gerindra) cukup sebagai king maker yang bersama partainya mengusung dua dari ketiga tokoh itu untuk maju sebagai capres dan cawapres di 2019," tegas Ketua MUI Jakarta Barat KH Munahar Mukhtar usai penutupan pengajian Masjid Yayasan As Sa'adah, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (1/4/2018).
Ulama yang kerap diundang berceramah di Istana ini mengatakan, Prabowo harus legowo untuk tidak maju lagi di Pilpres 2019, karena selain usia yang sudah tidak muda, dia juga sudah kalah di Pilpres 2009 dan 2014.
"Kalau Beliau maju lagi di 2019, kemungkinannya hanya 50:50, bahkan bisa kalah," tegas KH Munahar lagi.
Ia mengkalkulasi, jika ketiga nama itu dipilih oleh Gerindra, juga oleh PKS yang telah menyatakan akan berkoalisi dengan partai itu di 2019, maka komposisi yang terbaik adalah Anies-Gatot dan Gatot-TGB.
Alasannya adalah, karena Anies merupakan sosok yang diharapkan oleh dunia Arab, sehingga jika Anies diusung sebagai capres, maka negara-negara Arab, terutama Arab Saudi, akan menggelontorkan berapa pun dana yang dibutuhkan agar Anies menang dan kiprah China di Indonesia dapat dihentikan.
"Kunjungan Raja Salman ke Indonesia tahun lalu merupakan tanda-tandanya," kata dia.
Ia tak berharap Gatot menjadi capres karena katanya, meski Gatot orang yang tegas dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi, namun dukungan TNI kepada Gatot tidak 100% karena di lembaga ini ada sekat-sekat yang membuat dukungan terhadap Gatot tidak utuh.
"Tapi kalau Gatot dipasangkan dengan TGB, maka Gatot layak jadi capresnya, karena TGB masih terlalu muda, dan dia baru memiliki pengalaman menjadi gubernur di sebuah provinsi yang sangat jauh dari Jakarta," imbuhnya.
KH Munahar sangat yakin jika Gerindra-PKS mengusung Anies-Gatot, pasangan ini akan menang melawan Jokowi dan pasangan cawapresnya, karena umat Islam juga akan berdiri di belakang Anies seperti saat Anies bersama Sandiaga Uno menghadapi Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017.
"Saya haqul yakin mereka akan menang," tegasnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi dipastikan maju di Pilpres 2019 karena berambisi menjadi presiden untuk periode kedua. Sejauh ini sudah ada dua partai yang menyatakan akan mengusungnya, yakni Golkar dan PDIP, dan dia kini sibuk mencari siapa cawapres yang akan mendampinginya nanti.
Sepanjang pemerintahan Jokowi berjalan sejak Oktober 2014, pemerintahan ini sangat nyata berorientasi ke china, termasuk dalam mencari utang, sehingga jika utang yang digelontorkan negara itu tak dapat dibayar, dikhawatirkan Indonesia akan menjadi koloni China sebagaimana dialami Angola dan Zimbabwe.
Saat ini pun masuknya investasi china sudah mulai meresahkan sebagian rakyat Indonesia karena pembangunan-pembangunan yang dibiayai pengusaha dan pemerintah China, dikerjakan pula oleh warga China, sehingga pekerja lokal kehilangan kesempatan kerja. (rhm)





