Jakarta, Harian Umum - Sebuah tagar yang terkesan dibuat untuk mendiskreditkan PDIP menduduki puncak trending topics Twitter Indonesia, Selasa (19/12/2023) malam.
Pada pukul 21:27 WIB, tagar #SelamatTinggalPDIP itu telah dilambungkan netizen hingga 4.768 kali.
"Bu Mega menolak pembangunan Bandara di Buleleng Bali, warga Buleleng Bali menolak capres & cawapres dri PDIP. Sya pribadi tdk akan mendukung siapapun kader PDIP kedepannya dlm pilpres maupun pileg, krn bnyk kadernya korupsi. Bgmn dgn kalian? š¤ #SelamatTinggalPDIP," kata @Ryan_Fighter7, salah satu netizen yang melambungkan pagar tersebut.
"Survei LSI denny JA gerindra unggul dari PDIP, salah satu tanda Dominasi PDIP akan berakhir #SelamatTinggalPDIP," kata @kabarcijago.
"'elektabilitas pdip turun drastis tuh wkkwkw, maknya itu jangan sombong, sok sok gak butuh jokowi, kerasa kan sekarang Dominasi PDIP Berakhir, bye bye #SelamatTinggalPDIP," cuit @sukanuget_.
"Ini lah bu ketulah sma rakyat ditahun tahun sebelum nya , skrng rakyat pun sudah banyak yg gak percaya sama partai ibu. #SelamatTinggalPDIP," ujar @JaydaR2599.
Tagar itu dilambungkan didasarkan pada rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Selasa (19/12/2023) yang menyebut bahwa elektabilitas PDIP merosot, sementara elektabilitas Partai Gerindra melejit.
Rilis itu bahkan menempatkan posisi Gerindra menyalip PDIP di posisi puncak dengan elektabilitas 19,5%, sementara PDIP turun ke posisi kedua dengan elektabilitas 19,3%.
“Pertama kalinya sejak 2014 PDIP dilampaui Gerindra. Ini temuan yang menarik. Tentunya pada akhir November hingga awal bulan Desember ini data kita dapati Gerindra telah mencapai 19,5 persen, disusul PDIP 19,3 persen,” ucap Direktur Citra Publik LSI Denny JA, Hanggoro Doso Pamungkas, saat merilis hasil survei pers bertajuk ‘Akhir Dominasi PDIP di 2024’ itu di Jakarta.
LSI Denny JA mengaku survei dilakukan pada 20 November 2023-3 Desember 2023 dengan metodologi multistage random.
Sampel survei ini 1.200 orang dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Peringkat ketiga survei ini diduduki Golkar (11,6%), disusul PKB (7,7%), PKS (7,3%) dan Nasdem (5,8%).
Partai-partai lain tidak lolos parliament threshold karena berada di bawah 4%, seperti Demokrat (3,6%), PAN (3,3%) dan PPP (2,9%). (rhm)


