Jakarta, Harian Umum - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku enggan menghadiri acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 di area milik Jakarta Internasional Expo (JIExpo) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017) maupun Sabtu (16/12/2017).
Meski ada selentingan kabar bahwa acara yang digagas Ismaya Live itu akan dihadiri Presiden Joko Widodo,
Sandi merasa, tak pada tempatnya ia datang ke acara dugem itu.
"I feel out of place," kata Sandiaga kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (14/12/2017) malam.
Mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berusia 48 tahun itu merasa sudah terlalu tua untuk menghadiri acara seperti DWP, dan ia juga tak menyukai genre musik yang dimainkan di sana.
"Saya lebih suka yang melodius," jelasnya.
Namun demikian ia mengaku sengaja tak ingin hadir karena selain tak ingin memaksakan kondisi yang menurutnya memang tak memungkinkan, juga karena tak ingin dianggap sedang melakukan pencitraan jika ia ke sana.
"Nanti kalau saya datang ke sana, malah ngerepotin para petugas yang bertugas di sana, sehingga bukannya memastikan acara berlangsung dengan lancar, malah sibuk mempersiapkan penyambutan untuk saya," katanya.
Sandi memastikan bahwa ia akan terus berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk Ormas yang menolak acara itu, dan juga memastikan bahwa acara itu dijaga dan dipantau dengan ketat oleh aparat.
Seperti diketahui, warga Kemayoran yang berasal dari berbagai unsur Ormas, Kamis (14/12/2017), mendemo Balaikota karena Sandi mengizinkan acara dugem itu tetap diselenggarakan karena dianggap tidak melanggar aturan.
Warga menuntut acara yang dianggap berbau maksiat itu distop dan izinya dicabut karena disinyalir mengandung unsur penyalahgunaan narkoba dan seks bebas setiap kali acara itu diselenggarakan di bulan Desember.
Warga bahkan mengancam, jika DWP tetap digelar, mereka akan demo besar-besaran. (rhm)






