Jakarta, Harian Umum - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) merayakan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2024 dengan menggelar unjuk rasa di sekitaran kolam air mancur Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Aktivis yang didominasi kaum emak-emak itu mulai berkumpul di halte busway Lapangan IRTI Monas sekitar pukul 15:30 dan kemudian melakukan longmarch ke lokasi aksi.
Mereka tidak membawa mobil komando, tetapi membawa empat banner berukuran besar yang di antaranya bertuliskan "Hukum dan Adili Jokowi", "Presiden Prabowo, Batalkan PSN PIK-2 Sebelum Korban Bertambah, Hentikan Proyek Aguan", dan "Tangkap dan Adili Penjabat yang Ikut Andil di PSN PIK-2".
"Kita aksi lagi hari ini dalam rangka merayakan Hari Ibu, untuk mengingatkan masyarakat dan juga Presiden Prabowo bahwa ini ada permasalahan yang sangat penting yang ada kaitannya dengan kedaulatan negara kita, yaitu PSN PIK-2 dan PSN Rempang Eco City," kata Presidium ARM Menuk Wulandari di sela-sela aksi.
Ia menyebut bahwa PSN PIK-2 berpotensi menjadi negara dalam negara karena menjadi kawasan eksklusif yang penghuninya pun bisa jadi semuanya orang asing, mengingat harga hunian yang luar biasa mahal yang ditawarkan di PIK-2.
"Tapi meski rumah yang ditawarkan berharga ratusan juta rupiah, bahkan miliaran, tanah warga dibebaskan dengan harga hanya Rp50.000/meter! Itu zalim! Itu sewenang-wenang! Apalagi karena pembebasan itu disertai adanya intimidasi, laut juga dipagari dan sungai diurug. PSN PIK-2 harus dibatalkan!" tegasnya.
Soal Rempang, Menuk melihatnya juga ada kezaliman karena penduduk satu pulau dipaksa pindah demi untuk investasi dari China.
"Karena itu kita desak Pak Prabowo batalkan juga PSN Rempang!" tuntut Menuk.
Ia melihat bahanya jika PSN PIK-2 dan Rempang tidak dibatalkan, karena.pola-pila.penguasaan lahan seperti itu bisa terjadi di mana-mana, di seluruh Indonesia.
"Akibatnya, pribumi akan tergusur dan digantikan orang siang, khususnya dari China," kata Menuk lagi.
Dalam aksinya, ARM membagi massa menjadi empat kelompok, di mana setiap kelompok membawa banner di mana tiga di antaranya mengelilingi kolam air mancur Patung Kuda, sementara yang satu kelompok menggelar aksi di lampu merah yang mengarah dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju MH Thamrin dan Jalan Budi Kemurnian yang berada di seberang kolam air mancur.
Setiap kelompok berorasi dengan toa, sehingga suara mereka kerap terdengar over lappinh meski dalam jarak yang cukup berjauhan.
Para orator di setiap kelompok menyuarakan hal yang tak jauh berbeda dengan Menuk. Merrka.juga meminta Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi ditangkap dan diadili karena telah membuat kerusakan bagi Indonesia selama 10 tahun memimpin. contohnya adalah pemberian status PSN untuk PIK-2 dan Rempang Eco City yang berdampak pada penggusuran rakyat dari tanah kelahirannya.
Massa juga menyanyikan lagu-lagu yang bertujuan menggugah nasionalisme masyarakat, seperti lagu Indonesia Raya dan Ibu Pertiwi.
Aksi ARM ini menarik perhatian pengendara yang melalui kawasan Patung Kuda. Sekelompok emak-emak yang sedang menaiki bus tingkat memberikan semangat saat bus itu berhenti di lampu merah.
"Semangat, Emak-emak! Semangat!" kata seorang dari mereka.
Aksi ARM berakhir menjelang magrib, ditutup dengan berfoto bersama. (rhm)







