Jakarta, Harian Umum - Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengatakan, hasil tes deoxyribonucleic acid (DNA) terhadap potongan tubuh yang ditemukan di lokasi ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, positif merupakan pelaku bom bunuh diri (bomber) pada kejadian itu.
"Dari hasil olah TKP, ini serangan bom modus bunuh diri yang sudah teridentifikasi melalui sidik jari maupun data di lapangan, serta hasil tes DNA yang sudah diselesaikan hari ini," katanya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/5/2017) malam.
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menegaskan, dari hasil tes DNA tersebut diketahui pelaku bom bunuh diri yang pertama bernama Ihwan Nurul Salam. Tes dilakukan dengan pembanding putra biologisnya yang bernama Jibril.
Dari hasil tes DNA juga dipastikan kalau pelaku bom bunuh diri kedua bernama Ahmad Syukri, dengan pembanding ibu kandung yang bernama Eti Nurhasanah.
Tito mengatakan, kedua terduga pelaku ini merupakan anggota kelompok jaringan Mudiriyah dengan organisasi bernama Jamaah Ansoru Daulah (JAD). Organisasi ini berafiliasi dengan jaringan kelompok ISIS melalui Bahrun Naim.
"Hasil penyidikan Densus 88, mereka tergabung dalam sel Mudiriyah, Jamaah Ansoru Daulah Bandung Raya. Jadi, kelompok yang bertanggung jawab ini adalah kelompok Jamaah Ansoru Daulah, dan kita tahu Jamaah Ansoru Daulah adalah pendukung utama dari ISIS melalui yang bernama Bahrun Naim yang ada di Syiria," ujarnya.
Seperti diketahui, ledakan bom pada Rabu (24/5/2017) malam ini menewaskan lima orang, termasuk kedua pelaku dan tiga orang polisi yang tengah mengawal pawai obor yang diselenggarakan umat Islam dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Selain menewaskan lima orang, ledakan ini juga mencederai belasan orang. (rhm)







