Jakarta, Harian Umum- Kesuksesan kampanye akbar Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 7 April 2019, disusul merapatnya sejumlah ulama dengan pengikut ratusan ribu, bahkan jutaan jamaah, membuat partai-partai pengusung pasangan ini kian besar hati dalam menghadapi hari pencoblosan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).
PKS, salah satu parpol pengsusung Prabowo-Sandi bahkan berani memasang target merebut minimal 30 dari 106 kursi di DPRD DKI Jakarta, naik hampir 300% dari perolehan pada Pemilu 2014, yakni 11 kursi.
"Kita lihat fakta di lapangan dimana kampanye Paslon 02 selalu dibanjiri massa, dan kampanye para Caleg PKS pun begitu. Ini membuat kami optimis. Apalagi setelah ulama dengan jamaah yang begitu banyak, hingga jutaan orang, juga sudah menyatakan dukungan untuk Paslon 02," ujar Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, di gedung Dewan, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).
Soal hasil survei Voxpol Centre Research and Consulting yang dirilis pada 10 April 2019 lalu, yang menyatakan bahwa PKS bersama PPP dan Hanura terancam tidak dapat memenuhi parliamentary threshold sebesar 4% karena tak mampu merebut suara undecided voters, Suhaimi mengatakan PKS punya dua sikap dalam menanggapi hasil lembaga survei.
Pertama, jika hasil survei itu tidak bagus, maka hal itu menjadi acuan untuk bekerja lebih keras.
Kedua, jika hasil survei itu bagus, PKS juga tidak cepat bangga dan justru akan terpacu untuk bekerja lebih keras.
"Sampai saat ini PKS tetap konsisten memperjuangkan aspirasi para ulama, masyarakat, untuk menciptakan tata kehidupan yang baik dan tidak menyimpang dari ajaran agama maupun konstitusi," katanya.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini mengakui, kesuksesan kampanye akbar 02 di GBK pada 7 April lalu, juga merapatnya sejumlah ulama yang memiliki jamaah sangat banyak ke 02, menambah semangat dan optimisme bagi PKS dalan menghadapi Pemilu 2019.
"Karena itu untuk di Jakarta, kita targetkan meraih minimal 30 kursi di DPRD," imbuhnya.
Ketika ditanya bagaimana sikap PKS dalam mengantisipasi isu adanya kecurangan? Suhaimi mengatakan, selain mengerahkan saksi resmi ke TPS yang hanya berjumlah satu orang, pihaknya juga mengerahkan kader dan simpatisan untuk ikut mengawal dan mengawasi jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS, juga penghitungan suara di tingkat kelurahan, kecamatan dan provinsi.
"Kami berharap KPU dan Bawaslu independen, karena dari apa yang kita lihat di lapangan, jelas sekali kalau rakyat menginginkan perubahan," tegasnya.
Seperti diketahui, kampanye akbar 02 pada 7 April dihadiri lebih dari 1 juta orang, sehingga Prabowo sendiri mengatakan, kampanye itu merupakan rapat akbar terbesar dalam sejarah perpolitikan Indonesia.
Selang beberapa hari setelah itu Ustad Abdul Somad (UAS), Ustad Adi Hidayat (UAH) dan Ustad Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyambangi Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, dan menyatakan mendukungnya.
Keputusan UAS, UAH dan Aa Gym ini disambut oleh umat Islam dan para pendukung 02 dengan hangat.
Suhaimi mengakui, dukungan ulama dengan jamaah ratusan ribu, bahkan jutaan orang itu, dapat mendongkrak perolehan suara 02 karena jamaah ketiga ulama itu tentu akan mengikuti pilihan ulamanya.
"PKS semakin optimis, karena Habib Rizieq Shihab juga mendukung 02. Ulama yang satu ini sangat luar biasa. Umat Islam di Indonesia mendengarkan apa yang dikatakannya," kata dia.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta ini yakin, jika kecurangan dapat diantisipasi dan jika Allah SWT berkenan, pada Rabu besok Indonesia akan memiliki pemimpin baru; Prabowo Subianto. (rhm)







