Jakarta, Harian Umum- Warganet menuduh PKS telah mengkhianati Partai Gerindra sebagai mitra koalisinya di Pilkada Jabar 2018, sekaligus mengkhianati pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang diusungnya di Pilkada tersebut
Pasalnya, PKS telah mengumumkan hasil real count Pilkada tersebut sebelum penghitungan mencapai 100% alias prematur, sehingga dapat menjadi pembenaran hasil quick count KPU yang memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).
PKS mengumumkan hasil real count berdasarkan data formulir C1 pada Rabu (4/7/2018).
"Breaking News! Masuk info ada penggembosan dari oknum internal PKS yang menjabat Ketua DPW PKS Jawa Barat. Oknum ini menyampaikan konpres sesuai pesanan pihak lawan dari Asyik di Pilkada Jawa Barat. Diduga oknum ini diancam jadi tersangka atau dijanjikan sesuatu dari pihak ketiga," kata akun @IreneViena, Kamis (5/7/2018), seperti dikutip harianumum.com, Minggu (8/7/2018).
"Press konpress yang dilakukan DPW PKS Jawa Barat terkait hasil Pilgub Jabar dengan mengatakan pasangan Rindu menang. Selain inkonsisten terkait ucapan sebelumnya yang meragukan QC (lembaga survei), ternyata RC PKS juga tak jauh dengan QC. Namun juga terkait tekanan politik sandera KPK kepada Aher," kicau akun @Ronin1948.
"Pernyataan prematur PKS Jawa Barat yang mengakui kemenangan Rindu atas Asyik patut diduga untuk memggembosi koalisi Gerindra-PKS. Siapa dalangnya? Siapa paling diuntungkan? SBY-JK-Aksa yang berencana usung duet Anies-AHY," kata @ProklamatorRI.
"Dengan berkhianatnya PKS, penggembosan Asyik, penghancuran moral timses. Hasil Pilkada Jawa Barat yang akan disahkan malam nanti atau besok dapat dipastikan SAMA dengan hasil Quick Count. Manipulasi rekap hasil Pilkada Jawa Barat hanya dapat terjadi karena PENGKHIANATAN PKS," akun @ProklamatorRI kembali berkicau, Minggu (8/7/2018).
Untuk diketahui, saat konpres, Rabu (4/7/2018), Ketua DPW PKS Provinsi Jawa Barat Nur Suprianto mengungkapkan kalau berdasarkan hasil real count (RC) internal partainya, pasangan Asyik kalah dari Rindu, karena Asyik hanya memperoleh 6.302.254 suara (28,9%), sedang Rindu memperoleh 7.175.804 suara (32,9%).
Du pasangan yang lain, yakni Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi dan Tubagus Hasanuddin - Anton Charliyan masing-masing meraih 5.610.051 suara (25,7%) dan 2.754.631 suara (12,6%).
"Ini berdasarkan hasil real count tim kami," katanya di Kantor PKS Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Meski demikian Siprianto mengatakan bahwa data yang dimiliki PKS bukan menjadi jaminan angka rekapitulasi akhir dari KPU Jabar. Karenanya, PKS akan tetap menunggu hasil penghitungan resmi pada 8 Juli mendatang.
Dianulir Prabowo
Tudingan para warganet tersebut seolah mendapat pembenaran, karena Sabtu (7/7/2018), Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menganulir data yang dirilis PKS itu.
"Menurut real count kami, kami yang menang di Jawa Barat," kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Ia menjelaskan, data yang dirilis PKS itu dilakukan saat penghitungan data c1 baru mencapai 80%, sementara Gerindra menunggu hingga penghitungan tuntas 100%.
"Saat statement dikeluarkan, laporan yang diterima ke saya real count baru 80%. Jadi, kita sudah koreksi dari tim sukses," imbuhnya.
Prabowo menuding indikasi penyimpangan dalam Pilkada Jawa Barat berupa daftar pemilih yang tak jelas, tapi indikasi itu masih diteliti.
"Juga kita melihat intervensi-intervensi dari kalangan-kalangan tertentu yang tidak berjiwa demokratis. Kita sesalkan intervensi-intervensi tersebut," imbuhnya.
Ia bahkan menyebut dugaan adanya kotak suara yang hilang. Ia masih menyisir masalah tersebut.
"Ada kotak yang hilang, ada kotak suara kok bisa hilang, hal-hal yang lucu tapi enggak lucu," kata Prabowo.
Meski begitu, Prabowo memastikan bahwa Gerindra akan menghadapi masalah ini dengan kesejukan dan ketenangan, serta ketegasan karena ia tak mau terus menerus dipermainkan.
"Pendukung kami sangat besar, kami menangkap keinginan rakyat mengadakan perubahan. Usaha-usaha untuk, terus terang saja, manipulasi ataupun curang ini mengancam demokrasi, mengancam kedaulatan rakyat dan ini sangat merugikan bangsa," tegasnya.
Prabowo meminta kepada KPU untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat Indonesia.
"Kita ingin keadilan ditegakkan," pungkasnya.
Berdasarkn data yang dihimpun, berikut beberapa kecurangan yang terjadi di Pilkada Jabar yang diduga menguntungkan perolehan suara pasangan Rindu. Modusnya pemilih siluman.
Kecamagan Parigi
- Rindu: 7.947 suara
- Hasanah: 9.341 suara
- Asyik: 4.068 suara
- 2 DM: 7.186
Suara sah: 28.542
Suara tidak sah: 351
Total suara: 28.893
DPT: 28.644
Partisipasi: 101%
Kecamatan Pangansatan
- Rindu: 10.567 suara
- Hasanah: 9.340 suara
- Asyik: 5.137 suara
- 2DM: 7.491 suara
Suara sah: 32.535
Suara tidak sah: 775
Total suara: 33.310
DPT: 32.936
Partisipasi: 101%
Kabupaten Purwakarta
DPT: 342 orang
Pemilih: 464 orang
Diduga pemilih siluman mencapai 122 suara.
(rhm)





