Jakarta, Harian Umum - Para pendemo yang mengawal sidang keputusan MK (Mahkamah Konstitusi), Kamis (21/6/2019) dikejutkan dengan adanya kabar tiga orang peserta aksi diduga keracuran makanan.
Salah seorang Koordinator lapangan Abdullah Hehamahua, melalui mobil komando menuding ada oknum Pedagang Kaki Lima (PKL) sengaja meracuni peserta aksi.
Karena itu Abdullah mengajak massa agar tidak membeli makanan sebarangan di Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan makanan di areal demo.
"Tolong teman-teman untuk tidak jajan sebarang. Teman kita ada tiga orang keracunan karena makanan. Jadi sekali teman-teman hati-hati,"ujar Abdullah di mobil komando.
Abdullah pun meminta massa yang hadir untuk mengambil makan dari panitia unjuk rasa.
"Jangan ada yang menerima makanan ataupun minuman dari orang tak dikenal atau jajanan PKL, jika haus atau pun lapar hubungi panitia aksi,"tegasnya.
Abdullah juga memberikan orasi terkait temuan dari pengacara tim BPN yang menyatakan bahwa kubu dari paslon 01 presiden dan wakil presiden Jokowi - Maruf melakukan kecurangan.
"Ada temuan bahwa Maruf Amin masih menjabat di BUMN dan anak BUMN," katanya.
Terakhir dia meminta agar massa aksi tertib dalam menjalankan unjuk rasa kali ini, karena unjuk rasa ini adalah unjuk rasa damai menuntut keadilan atas kecurangan di pemilihan umum 2019.
"Alumni 212 agar tertib dalam unjuk rasa ini, jangan membuat kegaduhan kita bertahan sampai sore,"pungkasnya. (Zat)







