Jakarta, Harian Umum - Sebuah buku berjudul 'Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok, Menuntut Keadilan Untuk Rakyat", Selasa (23/5/2017), dirilis di gedung MPR/DPR, Jakarta.
Buku yang ditulis Marwan Batubara, mantan anggota DPD periode 2004-2009 yang kini menjabat sebagai direktur eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) ini membongkar habis sepak terjang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sejak menjadi gubernur menggantikan Jokowi pada 19 November 2014, hingga dicopot Mendagri Tjahjo Kumolo setelah divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim PN Jakarta Utara karena kasus penistaan agama, pada 9 Mei 2017.
Tentu, karena buku setebal 244 halaman ini menyoroti soal kasus korupsi pria keturunan itu, porsi kasus itu dalam buku ini menjadi dominan, termasuk pengungkapan mengapa meski kasus korupsi Ahok bejibun, dia justru baru dapat dijebloskan ke penjara karena kasus penistaan agama, bukan korupsi.
'Kebijakan dan sikap Polri maupun sejumlah pejabat lembaga terkait terhadap Ahok telah mengindikasikan bahwa pemerintah memang berada pada posisi membela dan mendukung Ahok," tulis Marwan di halaman 10.
Ia pun menegaskan bahwa dengan buku ini ia berharap lembaga-lembaga penegak hukum, terutama KPK, bersikap proaktif mengusut kasus dugaan korupsi Ahok yang terbilang kelas kakap, dan tidak hanya fokus pada kasus teri dengan modus operasi tangkap tangan.
Kasus korupsi Ahok yang dibeberkan dalam buku ini di antaranya kasus pemberian izin untuk proyek reklamasi di Teluk Jakarta, kasus pembelian lahan RS Sumber Waras yang merugikan negara sekitar Rp191, 33 miliar, kasus Taman BMW seluas 26 hektare di Jakarta Utara yang merugikan negara Rp737 miliar, dan dugaan korupsi pada pembelian lahan di Cengkareng seluas 4,6 hektare yang diduga merugikan negara hingga Rp668 miliar.
Kekejaman Ahok selama menjadi gubernur, terutama terhadap umat Islam dan rakyat miskin, menjadi bumbu yang mempertegas bagaimana sosok Ahok sebenarnya yang oleh para pendukungnya dianggap sebagai orang yang baik dan merupakan salah satu putra terbaik bangsa. Begitupula dengan sikapnya yang kasar dan Arogan
Mantan Ketua MPR Amien Rais yang hadir dalam launching buku ini, sekaligus sebagai tokoh yang membuat kata pengantar untuk buku tersebut, mengatakan, masyarakat harus gembira dengan hadirnya buku ini, karena selain yakin bahwa buku ini ditulis secara objektif dan didasarkan oleh data dan fakta, juga diharapkan dapat mendorong aparat penegak hukum untuk lebih teliti dalam menyelidiki kasus-kasus dugaan korupsi Ahok, dan diproses secara transparan dan akuntabel.
Ia mengakui kalau dukungan pemerintah terhadap Ahok membuat pria ini seperti kebal hukum, sementara peran media yang selalu mencitrakan Ahok sebagai manusia yang luar biasa, membuatnya dianggap sebagai orang yang layak untuk diperlakukan tidak sama di hadapan hukum.
"Padahal Indonesia ini negara hukum, maka siapa pun warga negara ini kedudukannya sama di depan hukum," tegas pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini. (rhm)







