Banda Aceh,Harian Umum - Gagasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh untuk lakukan test urine untuk anggota dewan lama dan baru masih juga dalam tahapan wacana.
Tetapi, menurut Kepala BNN Kota Banda Aceh, Kombes Zahrul Bawadi, hal itu membutuhkan penyiapan masak, termasuk perlengkapan, bujet, dan personil yang diperlukan. "Karena ini tersangkut politik, kita merujuk pada Inpres nomor dua tahun 2020 mengenai Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)," tutur Zahrul Selasa (11/6/2024).
Zahrul, putra asli Aceh Timur yang barusan dikukuhkan sebulan lalu, banyak ketahui modus operasi jaringan narkoba di tanah air yang berbagai ragam untuk memperoleh keuntungan dengan cepat.
Dalam rencana mengingati Hari Antinarkoba Internasional 26 Juni 2024, Zahrul ajak warga untuk bergerak bersama menantang narkoba untuk merealisasikan Indonesia yang berkilau, khususnya di Aceh.
Menurut Zahrul, pemberantasan narkoba bukan cuma tanggung-jawab BNN saja, tetapi semua pihak harus berperan serta, terutama dalam lingkup keluarga. Berkaitan pemulihan pemakai narkoba, Zahrul memperjelas jika tidak ada ongkos yang diambil dan semua gratis di bawah tuntunan BNN. Tetapi, ada sarana pemulihan yang diatur oleh pihak swasta lewat yayasan dengan ongkos yang berjalan.
Zahrul sampaikan jika sepanjang 3 tahun akhir, jumlah pemakai narkoba terus alami pengurangan. Di tahun 2022, sekitar 203 orang, tahun 2022 sekitar 141 orang, tahun 2023 menurun jadi 100 orang, dan sampai bulan April 2024 cuma 64 orang.
Sebagai program di depan, Zahrul mengatakan jika dalam kurun waktu dekat, BNN Kota akan mengumumkan wilayah pesisir di Lampulo dan wilayah tepian sebagai wilayah bebas narkoba. BNN Kota Banda Aceh terus lakukan usaha penangkalan dengan tagline "Tambahkan Iman dan Takwa, Silahkan Kita Hindari Narkoba" dengan tujuan selamatkan angkatan muda Aceh dari bahaya narkoba.







