Jakarta, Harian Umum- Kabar tak sedap tentang Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab (HRS) beredar sejak Selasa (6/11/2018).
Media-media Tanah Air melaporkan, Kedubes RI di Riyadh, Arab Saudi, diperintah Kementerian Luar Negeri agar mengecek kediaman HRS di Mekah, karena ada kabar kalau pendiri Front Pembela Islam (FPI) itu ditangkap kepolisian Saudi akinat masalah izin tinggal yang telah habis.
"Kita sedang lakukan pengecekan kabar tersebut," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.
Hari ini, Rabu (7/11/2018), di media sosial beredar sebuah broadcast kalau HRS tidak ditangkap, tapi nyaris ditangkap, akibat sebuah kasus rekayasa yang membuat HRS berpotensi dituduh menjadikan rumahnya sebagai markas ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).
"Setelah suksesnya Aksi Bela Tauhid 211 hari Jum'at (2/11/2018) lalu, kemudian Deklarasi Koppasandi pada hari Ahad (4/11/2018), serta pekan-pekan terakhir menjelang Reuni Akbar 212 (2/12/2018), intensitas gangguan dan intimidasi kepada Habib Rizieq Shihab kembali meningkat," ujar broadcast yang diberi judul "Operasi Intelijen Keji: Habib Rizieq Difitnah Sebagai Sarang ISIS Di Mekkah" itu.
Broadcast tersebut membeberkan kronologi kejadian sebagai berikut:
Diperkirakan pada Selasa (6/11/2018) subuh waktu Saudi, ada orang yang mendatangi kediaman HRS, dan kemudian secara diam-diam memasang bendera tauhid di tembok luar belakang rumah imam besar umat Islam itu, lalu saat fajar memotonya.
Setelah memfoto, para pelaku melapor ke polisi patroli bahwa rumah HRS diduga merupakan sarang ISIS, seraya menunjukkan foto yang mereka buat.
Pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan yang terdiri dari empat mobil jeep dan sebuah sedan, sekitar pukul 08:00 waktu setempat, mengepung kediaman HRS dan mencabut bendera tauhid yang ditempel dengan double stip di dinding belakang rumah pria keturunan Rasulullah SAW itu, kemudian melipatnya dengan rapih dan diamankan dalam mobil patroli.
Pihak keamanan lalu memanggil warga Saudi pemilik rumah dan diminta mengontak HRS qgar keluar rumah.
Saat semua ini berlangsung, HRS sudah dua hari menderita flu berat dan demam tinggi. Usai sholat shubuh dan sarapan pagi bersama keluarga, ia minum obat dan tidur kembali. Istri dan putrinya melihat ada banyak aparat keamanan Saudi saat melihat keluar dari jendela kamar atas, membangunkannya. Dalam kondisi masih demam, HRS langsung turun dan menemui para aparat keamanan tersebut.
Saat HRS dan aparat berdialog, dan HRS dibawa untuk dimintai keterangan, dari arah gedung sebelah kanan rumah HRS, dalam jarak sekitar 40-50 meter, ada orang yang membidikkan camera super canggih dan menghasilkan foto yang kemudian mengesankan kalau HRS ditangkap. Pengambilan foto ini diketahui berdasarkan informasi penjaga rumah HRS.
Kurang satu jam dari kejadian ini, salah seorang asisten pribadi HRS dii Mekkah dihubungi pegawai KBRI Riyadh, dan pegawai itu menanyakan tentang kondisi HRS. Asisten menjawab bahwa HRS baik-baik saja, tanpa menceritakan apa yang terjadi.
Kontak dari KBRI ini menjadi tanda tanya; mengapa KBRI seakan telah tahu apa yang terjadi pada HRS? Padahal saat itu belum ada media yang mengekspos kejadian itu dan foto hasil jepretan orang yang bersembunyi itu pun baru viral beberapa jam kemudian karena disebarkan melalui grup-grup WA. Foto itu diviralkan dengan antara laun diberi narasi "Habib Rizieq memasang Bendera ISIS".
Beberapa hari sebelum kejadian, CCTV yang dipasang di kediaman HRS, hilang, sehingga siapa pelaku yang memasang bendera tauhid di rumah Habib tak dapat dilacak. Diduga pencurian itu ada hubungannya dengan kasus ini.
Beruntung, setelah menjalani pemeriksaan selama berjam-jam, kepolisian Saudi membebaskan HRS karena tak ada bukti keterkaitannya dengan ISIS.
Sekjen FPI DKI Jakarta, Novel Bakmumin saat dikonfirmasi via telepon mengatakan bahwa ia tak tahu soal beoadcast tersebut, dan juga tak tahu bagaimana persisnya kejadian yang dialami HRS.
"Tunggu saja keterangan resmi DPP FPI yang rencananya disampaikan hari ini," katanya.
Meski demikian ia mengakui, semakin dekat pelaksanaan Pilpres 2019, keselamatan HRS semakin rawan dari serangan.
"Tapi informasi yang kami dapat, saatini Habib Rizieq baik-baik saja," katanya.
Seperti diketahui, saat ini HRS merupakan ulama yang paling didengar umat Islam. Karena dirinya umat Islam menggelar Aksi Bela Islam yang melahirkan Aksi 212 yang fenomenal itu, dan karena seruannya umat Islam menggelar Aksi Bela Tauhid setelah bendera Tauhid dibakar Banser pada 22 Oktober 2018.
Tak hanya itu, pasangan nomor urut 2 pada Pilpres 2019 juga diprediksi bakal menang dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin karena pasangan itu didukung HRS. (rhm)







