Jakarta, Harian Umum- DPP Partai Bulan Bintang (PBB) pada 30 Maret-1 April 2018 menggelar Latihan Kader Politik (LKP) I di Graha Cita, Depok, Jawa Barat.
Acara yang bertujuan untuk mencetak kader yang andal, berintegritas dan berakhlakul karimah guna menghadapi Pemilu 2019 ini, diikuti 68 orang, terdiri dari unsur internal PBB, Badan Otonom PBB, Relawan Pendukung Anies-Sandi, Duta Yusril, elemen Alumni 212, dan Ormas-Ormas Islam.
"Selama LKP I berlangsung, kami digodok dengan berbagai materi, seperti soal orientasi partai, aqidah, syakhsiyyah, syariah, diajari tentang cara berdakwah, pemetaan politik daerah, pengusaan teritorial, dan lain-lain," jelas bakal calon legislatif (Bacaleg) PBB untuk Dapil Jakarta Pusat, Ical Syamsuddin, kepada harianumum.com, Selasa (3/4/2018).
Acara yang dibuka oleh Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi DPP PBB Eddy Wahyudin dan ditutup oleh Ketua Bidang Kaderisasi DPP PBB Mawardy Abdullah ini juga memilih lima peserta yang lulus dengan predikat terbaik.
"Saya terpilih sebagai peserta terbaik ketiga. Kami berlima mendapat hadiah berupa buku berjudul "Penegakkan Syari'at Islam" karya almarhum Prof DR Rif'yal Kabah, hakim agung RI periode 2015-2020, selain sertifikat yang juga diberikan panitia kepada semua peserta LKP I yang dinyatakan lulus," imbuh Ical.
Ketua DPP Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) DKI Jakarta ini menegaskan, partainya menargetkan meraih minimal sembilan kursi DPR dan tembus lima besar partai dengan perolehan suara terbanyak di Pileg 2019.
"Kami optimis target itu tercapai, karena pasca terselenggaranya LKP, setidaknya kami, para alumni yang telah mendaftar sebagai Bacaleg, akan mampu memberikan sumbagsih untuk mencapai target itu, karena kami telah diberi pembekalan yang cukup, termasuk dalam penguasaan rappid territorial basicly untuk menghadapi pertarungan di Pileg 2019," katanya.
Ical memastikan bahwa para kader PBB di seluruh Tanah Air telah siap bertarung, bahkan rela ditugaskan di "medan pertempuran" yang mana pun demi mencapai target, dan menggolkan misi Yusril for President 2019.
Seperti diketahui, saat ini PBB merupakan partai yang sedang bersinar setelah memenangkan gugatan atas KPU yang tidak meloloskan partai ini ke Pemilu 2019 dengan alasan tidak memenuhi syarat keanggotaan di Maluku Utara.
Partai ini bahkan termasuk dari empat partai yang diimbau Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab untuk berkoalisi guna manghadapi koalisi partai yang akan mengusung Presiden Jokowi di Pilpres 2019, yang disinyalir akan terdiri dari PDIP, Golkar, PKB, PPP, Hanura dan NasDem.
Keempat partai dimaksud selain PBB adalah Gerindra, PKS dan PAN.
Ical mengakui, tingginya minat masyarakat untuk bergabung ke partainya, memberikan keuntungan yang besar, karena membuat PBB memiliki kader-kader yang berkualitas dan siap tarung.
"Selain itu para kader, termasuk yang duduk sebagai jajaran pengurus di tingkat pusat dan daerah telah berkomitmen untuk taat pada amanat yang diberikan Ketua umum Yusril Ihza Mahendra untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam menyukseskan Pemilu 2019," pungkas Ical.
Faktor signifikan yang membuat PBB menjadi partai yang saat ini paling diminati adalah sebagai ketua umum, Yusril selalu berdiri bersama umat Islam yang ditindas oleh rezim Jokowi. Ini dibuktikan dengan tindakan Yusril yang di antaranya bersedia menjadi pengacara HTI, Ormas Islam yang dibubarkan dengan menggunakan Perppu Ormas: dan menjadi kuasa hukum warga Luar Batang yang digusur secara sewenang-wenang oleh Gubernur Ahok.
Selain hal tersebut, Yusril dan para kader PBB juga terlibat secara aktif dalam Aksi Bela Islam yang digagas GNPF-MUI, sehimgga partai ini kini dikenal sebagai Partai Islam dan Nasionalis dengan slogan "Bela Islam Bela Rakyat, Bela Islam Bela Bangsa, Bela Islam Bela NKRI". (rhm)







