Bandung, Harian Umum-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), Deden Saiful Hidayat melakukan konferensi video bersama Manajer Wilayah Jabar, British Embassy Jakarta, Riris Adianti. Pihaknya membahas kolaborasi Pemerintah Provinsi Jabar dengan Kedutaan Besar Inggris di bidang pendidikan.
Riris mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dan menghasilkan beberapa kesepakatan dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Antara lain, memberikan seminar kepada 200 guru di Jawa Barat tentang pembelajaran bahasa Inggris, memberikan tes dan training kepada 100 guru terpilih untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris serta memfasilitasi sertifikasi untuk guru yang berlaku secara internasional.
"Hal tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bahasa Inggris agar terdepan dibandingkan yang lain," ujar Riris, dalam keterangannya, Selasa (23/6).
Selain itu, Riris bersama timnya, Sonya dan Sabrina yang ikut dalam konferensi video tersebut menuturkan, akan diadakan juga web seminar (webinar) tentang teknologi pembelajaran yang diharapkan dapat membantu dunia pendidikan di Jabar, khususnya mempermudah guru dalam mengajar.
Kadisdik Dedi Supandi pun menyambut baik rencana kolaborasi tersebut karena dinilai telah peduli dengan dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk masa mendatang. Sehingga, ia akan membagikan kegiatan tersebut kepada guru-guru agar berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya akan kita rasakan 20 hingga 25 tahun ke depan di masa keemasan," ujar Dedi.
Dalam masa pandemi seperti saat ini, Kadisdik menegaskan perlu meningkatkan literasi. "Kita perlu membuat strategi belajar di rumah harus seperti apa yang tidak membebani anak. Anak diharapkan bisa belajar mandiri dengan mengikuti instruksi pembelajaran yang ada. Sehingga, solusinya kita harus fokus pada literasi," tuturnya.
Selain itu, ucap Dedi, untuk tahun ajaran baru nanti, pembelajaran masih menggunakan metode daring dan luring dengan cara guru berkeliling. Walaupun angka digitalisasi masih belum merata, namun hal tersebut masih bisa ditanggulangi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPD). Yang perlu dikolaborasikan adalah beberapa daerah yang masih blank spot yang tak tersentuh internet sedikit pun.
"Kita punya visi Jabar Juara Lahir Batin dengan Kolaborasi dan Inovasi sehingga percepatan harus kita lakukan," pungkasnya. (hnk)







