JAKARTA, HARIAN UMUM - Wabah virus Corona semakin menghantui masyarakat. Bahkan akibat adanya korban yang mulai berjatuhan, menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta merencanakan kegiatan edukasi massal. Namun Dinkes masih memikirkan konsep media komunikasi untuk masyarakat. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar tidak dihantui kepanikan yang berlebihan.
"Tentu diberikan edukasi. Kita sedang berproses menyiapkan media komunikasi dengan baik, sehingga masyarakat tidak terlalu gelisah dan panik," ujar Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Menurut Widyastuti, edukasi penting dilakukan mengingat masyarakat masih bnayak yang belum mengetahui jika virus Corona tidak lebih berbahaya ketimbang kasus penularan MERS-CoV dan SARS. Bahkan potensi sembuhnya lebih besar dibanding virus mematikan lainnya.
"Belajar dari kasus-kasus di luar, bahwa angka fatality rate-nya kan tidak sebesar famili Corona yang lain, baik itu MERS-CoV atau SARS. Tentunya ini luar biasa. Kita tahu bahwa (pasien) bisa sembuh," ujar Widyastuti.
Sebagai informasi, MERS-CoV merupakan sindrom pernapasan Timur Tengah yang muncul pada 2012 silam. Sedangkan SARS meruoakan sindrom pernapasan akut parah yang muncul pada 2002. Keduanya termasuk ke dalam jenis virus Corona. (Zat)







