Jakarta, Harian Umum- Ketua Umum PPP M Romahurmuziy balik menyerang warganet yang notabene merupakan pendukung pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2019, Prabowo-Sandi, setelah dihajar habis-habisan melalui media sosial karena meralat doa kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimoen Zubeir.
"Kesimpulan setelah hiruk pikuk kemarin, karakter pendukung sono: 1.Nekad, menghalalkan segala cara asal menang. 2. Kreatif, hobi nyomot dan edit peristiwa sesuai selera. 3. Waras, klaimnya agamis, tapi hobinya nyebar fitnah. Disingkat apa ya?" katanya seperti dikutip harianumum.com dari akun Twitter pribadinya; @MRomahurmuziy, Senin (4/2/2019).
Politisi yang akrab disapa Romy ini mengaku sudah bisa menduga bahwa peredaran video saat dia meralat doa KH Maimoen Zubair pada Jumat (1/2/2019), dalam acara "Sarang Zikir Untuk Indonesia Maju" di Ponpes Al Anwar, Rembang, Jateng, yang merupakan Ponpes milik KH Maimoen Zubair, akan digoreng pendukung 02, sehingga ia antisipasi dengan membuat vlog yang ia unggah di akun Instagram-nya.
"Saya sudah menduga akan ada gorengan yang dimainkan pendukung paslon 02 maka, maka keberadaan vlog itu sangat penting. Silahkan lihat di sini https://www.instagram.com/p/ BtXxORNnrDj/?utm_source=ig_ share_sheet&igshid= 1amgf8k4ijmrc," katanya.
Mantan ajudan Ketum PPP Suryadharma Ali ini mengeritik keras para pendukung Paslon 02 yang menggoreng tindakannya meralat doa Mbah Moen, panggilan KH Maimoen Zubair.
"Tidak hadir di acara, hanya melihat potongan video, komentarnya seolah menjadi pelaku peristiwa. Anda waras? Tidak mengerti bahasa Arab, tidak mengerti nahwu-sorof, komentari doa. Anda sehat? #AkalSehat," katanya.
Vlog yang diunggah Romy adalah yang menggambarkan saat dia dan Presiden Jokowi berada di kamar tidur Mbah Moen, dimana di situ terjadi dialog yang berujung pada pernyataan Mbah Moen mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
"Dalam video ini kembali Mbah Moen menegaskan agar kader PPP yang masih mendukung 02 seperti di Jogja agar mengikuti Instruksi partai untuk mendukung Pak Jokowi.Silahkan para pendukung 02 membuat berbagai macam tafsiran, namun fakta dan realitanya tidak seperti itu, selengkapnya tonton di video saya selanjutnya. #MbahMoenMendukungJokowi," kata Romy di akun Instagramnya.
Hingga Senin pagi ini, vlog itu telah ditonton 106.051 warganet, tapi sayangnya komentar yang muncul sebagian besar justru tetap dukungan kepada Paslon 02.
"Doa kok diklarifikasi... bong bong jesian deh u," kata akun the_angelman.
"2019 @prabowo Presiden," kata akun abi.dzar_alghifari.
'Keburu malu yeeeee," cemooh akun sewakotakhantaran.
'Kok nte maksa @romahurmuziy?" tanya akun farhannn3.
"Kemarin adaa kampanye di Jogja....alhamdulillah seluruh laskar di Jogja tangannya begini semua....jogja tetep Prabowo Sandi !!!' kata akun dimastrianggoro.
"Biasanya kalau orang sudah sepuh, yg mengendalikan ucapannya adalah alam bawah sadarnya, alam yg didalamnya no drama, no doubt dan jujur...," kata akun goldenblack98.
Salah satu pendukung Paslon nomor 01 Jokowi-Ma'ruf Amin antara lain mengatakan begini;
"Yg tak suka biar saja yg penting rakyat yg bicara pak jokowi menang di thn 2019 mendatang," kata akun yunipalagan.
Atas tiga tudingan Romy bahwa pendukung Paslon 02 tukang fitnah, senang menghalalkan segala cara dan senang menggoreng isu, Sekjen Partai Berkarya yang juga Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pryo Budi Santoso menanggapinya dengan sindiran.
"Sahabatku Mas @MRomahurmuziy mohon sabar wal santai. Adinda2 pendukung sini mungkin merasa terhibur melihat adegan mas @MRomahurmuziy - Jika ada yang dianggap nakal, mohon dianggap sebagai "kenakalan remaja" dan mohon dibantu doa,' katanya melalui akun @PriyoBudiS.
Seperti diberitakan sebelumnya, saat akan menutup acara Sarang Zikir Untuk Indonesia Maju, Mbah Moen mendoakan Prabowo agar memenangi Pilpres 2019, bukan mendoakan Jokowi yang duduk persis di sampingnya. Oleh Romy, Mbah Moen ditegur, sehingga salah satu kyai sepuh NU itu meralat doanya dengan mengganti nama Prabowo dengan nama Jokowi.
Hanya hitungan menit setelah video tentang ralat doa itu beredar di media sosial, Romy diserang warganet yang notabene merupakan pendukung Prabowo-Sandi karena tindakan Ketum PPP itu meralat doa seorang ulama sepuh seperti Mbah Moen, merupakan tindakan yang tidak etis. Apalagi karena seperti tergambar dalam vlognya, Romy dan Presiden Jokowi bahkan masuk ke kamar Mbah Moen yang merupakan area private, hanya untuk mendapat kepastian bahwa Mbah Moen mendukung Jokowi di Pilpres 2019, bukan Prabowo.
Tak ampun, tagar #RomiMakelarDoa menjadi trending topic Twitter, bersaing dengan tagar #MbahMoenDoainPrabowo.
Romy bahkan dibuatkan sedikitnya dua meme yang menyebut dirinya sebagai orang yang menerima jasa meralat doa. (rhm)







