Jakarta, Harian Umum - Pelanggaran PSBB yang dilakukan warga masih diminta cukup tinggi. Aturan beragam dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta untuk meminimalisir tingkat yang dilakukan warga. Mulai dari sanksi sosial dengan teguran langsung hingga denda berkembang untuk pelanggar berulang.
Namun tampaknya aturan tersebut belum memantau titik kesadaran warga itu sendiri. Hal ini membuat geram Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono. Dia berharap, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat aturan yang bisa memberi efek jera bagi pelanggar PSBB.
"Yang semakin besarkan bahwa uang denda kemajuan bukan target, yang mau kita timbulkan efek jera. Itu saja dulu. Kalau perlu melakukan langkah ekstrem, lakukan ekstrem langkah, kalau progresif masih juga kagak mempan, itu saja. Karena tujuan kita kan efek jera, "ujar Mujiyono, di Jakarta, Rabu (12/8).
Salah satu efek. Dia memandang, sejak dilonggarkan PSBB berpindah-pindah ini, masyarakat cenderung abai akan protokol kesehatan Covid-19. Jika diperlukan, pelanggar PSBB itu berwenang mengizinkan dengan memperhatikan hak asasi manusia.
"Yang melanggar sekali 250, yang 2 kali 500, 3 kali gitu saja terus berlipat lipat, gua bilang penjara. Atau strum mendingan. Ampun .. gue gemes liat PSBB ini," timpalnya geregetan.
Di lapangan, politisi Partai Demokrat melihat banyak warga yang beraktivitas tidak menggunakan masker. Kawasan pemukiman padat penduduk. Namun, di kawasan Elit seperti Pondok Indah, Jakarta Selatan, protokol kesehatan Covid-19 dijalankan.
“Sekarang gue perhatiin, gue sekarang di sekitaran pondok indah nih, gue perhatiin warga tertib. Tapi sudah mau masuk Duren sawit ke arah Jakarta Timur lainnya, banyak warga abai protokol Covid-19,” tegasnya.
Dia berharap, Satpol PP DKI Jakarta menggandeng aparat TNI / Polri dalam penegakan PSBB di Jakarta. Sehingga, bagi pelanggar PSBB pun bisa lebih ekstrim dengan tetap memenuhi kaidah-kaidah kemanusiaan. Seperti push up, scoutjump atau nonaktif fisik lainnya.
"Dikerahkan saja tentara untuk memberi ke pelanggar, ya suruh push up, suruh scotjam atau lainnya. Kalau denda progresif cenderung melanggar, bagi orang yang punya duit, abai. Begitu lagi kan, timbang cuma suruh nyapu doang, denda nya kurang berat, tambahnya. (hnk)







