JAKARTA, HARIAN UMUM - Pemprov DKI Jakarta mengucurkan dana bantuan parpol bagi Partai Nasdem sebesar Rp 1,54 milyar.
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nova Harivan Paloh menyebutkan, dana bantuan itu seharusnya lebih memicu bekerja lebih giat lagi.
"Kan sudah disetujui di banggar oleh semua parpol. Harusnya parpol yang masuk DPRD DKI harus tetap menunjukkan eksistensi. (Jangan sampai) kalau sudah dibantu pemerintah, lalu enggak menunjukkan eksistensi, itu kan sangat jelek (dinilainya)," ucap Nova, Sabtu (14/12/2019).
Nantinya, Nova menambahkan, dana parpol itu akan digunakan untuk berbagai keperluan. Di antaranya untuk kepentingan kesekretariatan, sewa gedung, dan hal lain.
"Dana yang naik ini kan untuk menghindari uang-uang yang ilegal, makanya dibantu (oleh pemprov). Jangan sampai uangnya dari hasil korupsi," tuturnya.
Dengan bantuan Rp 5.000 per suara, berikut besaran dana bantuan keuangan yang diterima tiap parpol:
1. PDI-P (1.336.324 suara)= Rp 6.681.620.000;
2. Partai Gerindra (935.793 suara)= Rp 4.678.965.000;
PKS (917.005 suara)= Rp 4.585.025.000;
4. PSI (404.508 suara)= Rp 2.022.540.000;
5. Partai Demokrat (386.434 suara)= Rp 1.932.170.000;
6. PAN (375.882 suara)= Rp 1.879.410.000;
7. Partai Nasdem (309.790 suara)= Rp 1.548.950.000;
PKB (308.212 suara)= Rp 1.541.060.000;
9. Partai Golkar (300.246 suara)= Rp 1.501.230.000;
10. PPP (176.835 suara)= Rp 884.175.000
Total bantuan keuangan untuk parpol pada 2020, yakni Rp 27.255.145.000. (Zat)







