Korea Utara mengutuk serangan Amerika Serikat ke Surih pekan lalu karena dinilai melanggar kedaulatan negara.
"Rudal Amerika Serikat menyerang Suriah jelas merupakan tindakan agresi yang tak termaafkan melanggar kedaulatan negara dan kami tegas mengutuknya," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara kepada kantor berita resmi negara itu, KCNA, Minggu, 9 April 2017.
Atas sikap Amerika tersebut, Korea Utara menegaskan keputusan untuk mengembangkan senjata nuklir sebagai pilihan tepat.
"Kenyataan hari ini membuktikan keputusan kami memperkuat kekuatan militer kami untuk berdiri melawan senjata dengan senjata adalah pilihan tepat yang dibuat lebih dari sejuta kali," ujar KCNA.
Korea Utara menempatkan Suriah sebagai sekutu kunci. Menurut KCNA, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah bertukar pesan tentang sapaan hangat dan ajakan bersahabat dan kerja sama antar kedua negara.
Presiden Asad, ujar KCNA, mengucapkan terimakasih kepada Kim karena mengakui pertarungan Suriah melawan tantangan dari para pihak yang bersikap sinis terhadap teroris dunia . Suriah pun menegaskan bukan pelaku serangan gas kimia beracun pada penduduk provinsi Idlib tanggal 4 April lalu.







