Jakarta, Harian Umum - Amerika Serikat akan melakukan serangan balasan bersama pasukan koalisi ke Suriah jika Perserikatan Bangsa-Bangsa gagal merespon penggunaan senjata kimia yang menyebabkan lebih dari 100 orang, tewas termasuk anak-anak. Peringatan keras AS itu disampaikan dalam sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB menyusul desakan Prancis dan Inggris terkait dengan serangan terhadap kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idib, Selasa dinihari waktu Suriah.
"Ketika PBB gagal menjalankan tugasnya, ada saatnya kami melakukan aksi sendiri, Jika kami tidak siap bertindak, Dewan hanya melakukan pertemuan dan pembahasan, sedangkan waktu terus berjalan bersamaan dengan penggunaan senjata kimia yang terus berlanjut. Semua itu tidak ada akan berakhir" kata duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley, Rabu, 5 April 2017.
Pada pertemuan tersebut, Haley mengecam Rusia karena gagal mengendalikan sekutu dekatnya, Suriah.
"Berapa anak yang harus mati akibat ketidakpedulian Rusia, Jika Rusia menggunakan pengaruhnya di Suriah, maka peristiwa ini penggunaan bom kimia tidak akan terjadi" ucapnya keras.
Beberapa dokter, sebagaimana dikutip Al Jazeera, mengatakan, puluhan korban lainnya mengalami sesak napas, kejang-kejang, dan mulutnya berbusa.
Peristiwa ini digolongkan aksi serangan senjata kimia paling buruk di Suriah sejak 2013 ketika gas sarin untuk pertama kalinya digunakan di kawasan yang dikuasai pemberontak di Damaskus.
Organisasi pemantau hak asasi berbasis di London, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan, sedikitnya 86 orang termasuk 36 anak tewas dalam serangan di Khan Sheikhoun, Provinsi Idib.







