Jakarta, Harian Umum - Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi hari ini membekali pelatihan kepada sekitar 300 anggota Laskar Anti Kecurangan dan Jaga TPS. Pelatihan kali ini merupakan angkatan pertama.
Pembukaan pelatihan ini dilakukan secara simbolis dengan penyematan kaos kepada tiga orang perwakilan anggota Laskar Anti Kecurangan dan Jaga TPS, oleh Ketua Seknas Prabowo-Sandi, Mohamad Taufik.
Dalam sambutanya, M Taupik mengatakan, laskar ini dibentuk untuk mengantisipasi kecurangan Pemilu. Salah satunya temuan adanya Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki KTP-elektronik di daerah yang masuk dalam DPT pemilih. Pelatihan Laskar Anti Kecurangan dan Jaga TPS ini dilakukan secara nasional.
"Laskar ini menjadi penting untuk terlaksananya pelaksanaan Pemilu yang demokratis, jujur, adil tanpa kecurangan. Ini bagian dari antisipasi atas gejala-gejala yang familiar," ujar M Taufik saat membuka langsung pelatihan, di Posko Seknas, Jalan Hoscoroaminoto, Nomor 93, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (6/3/2019).
Taufik mengatakan, berdasarkan informasi terakhir, saat ini baru sekitar 1.600 KTP-el yang diterbitkan bagi WNA. Dari jumlah itu, baru 106 KTP-elektronik di antaranya yang dilaporkan.
"Saya khawatir. Karena dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017, orang memegang KTP itu boleh mencobolos di Pemilu tanpa ada keterangan lain," katanya.
Ia menyampaikan, temuan banyaknya WNA yang memiliki KTP-elektronik ini baru ada pengaduan setelah Seknas Prabowo-Sandi menggugat. Pihaknya pun meminta agar KTP-elektronik ditertibkan sesuai dengan name by address.
"Indikasi kekurangannya banyak. Karena itu kita membentuk Laskar Anti Kecurangan dan Jaga TPS ini," tegasnya.







