Jakarta, Harian Umum- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meminta para aktivis untuk tetap kritis, namun masukan yang disampaikan harus konstruktif dan bertanggung jawab.
Hal ini disampaikan Anies, Sabtu (23/6/2018) malam, dalam pertemuan dengan para aktivis senior Jakarta di sela-sela acara open house di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.
Aktivis yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Budi Siswanto, Rico Sinaga, Sugiyanto, Syahrul Hasan, Syaiful Jihad dan Adji Rimbawan.
"Dalam pernyataannya, Gubernur juga mengatakan kalau segala masukan yang disampaikan tidak perlu hanya sekedar membuat happy dirinya dan Wagub, namun lebih penting dari itu; masukan yang diberikan dapat menjadikan (acuan) kebijakan yang akan dikeluarkan maupun yang masih dalam perencanaan," ujar Budi Siswanto kepada harianumum.com melalui siaran tertulis, Minggu (24/6/2018).
Ditambahkan, Gubernur menyadari banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Untuk itu dukungan semua pihak sangat diperlukan, termasuk mesin birokrasi yang bekerja secara efisien dan efektif dalam menjalankan tugas dan fungsinya, termasuk dalam melayani warga.
Pada kesempatan ini, Anies juga sempat menyinggung kebijakan dirinya menerbitkan Pergub Nomor 58 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi dan Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta yang sempat membuat dirinya dituding akan melanjutkan proyek reklamasi di Teluk Jakarta.
Mantan Mendikbud itu menjelaskan, Pergub itu diterbitkan sebagai amanah dari Keppres Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan aturan terkait lainnya.
Keppres menyatakan, kewenangan pengelolaan kawasan Pantura Jakarta ada di Gubernur.
"Gubernur mengatakan, banyak kritikan serta cibiran (atas penerbitan Pergub tersebut), sehingga muncul asumsi-asumsi liar, namun Gubernur mengatakan, mereka (yang mengkritik dan mencibir) hanya mengkritisi imajinasinya sendiri, tanpa mengetahui secara menyeluruh kepentingan keberpihakan Pemprov terhadap warga Jakarta, dengan menganut prinsip berkeadilan," imbuh Budi.
Atas penjelasan tersebut, Budi yang merupakan ketua Forum Bersama Jakarta (FBJ) dan juru bicara PRASS, mengatakan, para aktivis senior Jakarta menjadi semakin yakin bahwa landasan kebijakan Anies dan Wagub Sandiaga Uno saat ini sudah on the track, dan warga Jakarta layak untuk menaruh harapan besar pada pasangan yang diusung Gerindra, PKS dan PAN ini saat Pilkada Jakarta 2017.
"Tapi kami, para aktivis, juga berharap komunikasi antara kami dengan Gubernur dengan Wagub dapat tetap terjaga dan intens, sehingga komitmen membangun Jakarta melalui Gerakan Partisipatif Kolaboratif yang didengungkan Gubernur, dapat berjalan efektif serta dipahami semua elemen, termasuk oleh aktivis, sehingga misi Anies-Sandi yang tertuang dalam slogan “Maju Kotanya, bahagia warganya”, dapat tercapai," pungkas Budi.
Untuk diketahui, saat Pilkada Jakarta 2017 sebagian besar aktivis senior di Ibukota menjadi pendukung Anies-Sandi dan tergabung dalam PRASS.
Mereka merupakan bagian dari relawan Anies-Sandi yang ikut menjadi suksesor kemenangan Anies-sandi kontra Ahok-Djarot yang didukung koalisi PDIP yang di dalamnya terdapat Golkar, PKB, PPP, Hanura dan NasDem, sehingga Anies-Sandi berhak menggantikan Ahok dan Djarot sebagai DKI 1 dan 2 untuk periode 2017-2022. (rhm)






