SUDAH sepantasnya fokus pemerintah pada pendidikan anak dan kesejakteraan rakyat, bukan pada Infrastruktur.
---------------------------
Oleh: Ida N Kusdianti
Presidium Aliansi Rakyat Menggugat
Peradaban manusia dari zaman ke zaman tidak lepas dari PENDIDIKAN, dari peradaban Mesir kuno, Persia, Yunani kuno, Romawi, abad pertengahan (Kejayaan Islam) dan sampai pada era modern.
Sudah jelas secara eksplisit disebutkan dalam konstitusi kita (UUD 1945), di mana pasal 31 ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan pasal 31 ayat ( 2 ) mengatur bahwa Ssetiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Hal di atas jelas dan terang tertulis di dalam UUD 1945, akan tetapi saat ini, di era ini, DUNIA PENDIDIKAN diacak-acak dan tidak lagi mengedepankan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, tetapi lebih ke arah BUSSINES ORIENTED.
Kita bisa melihat sendiri bagaimana biaya pendididikan yang tinggi, bagaimana pelajaran yang diberikan diselipi budaya liberal dan lain-lain, yang tentunya sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Sementara di sisi lain moral anak seakan ingin dihancurkan lewat selogan 'sekolah merdeka atau kampus merdeka'.
Belum lama ini saya melihat bagaimana para orang tua menangis, bekerja keras, memeras pikiran dan tenaga. Di tengah kewajibannya mencari nafkah, mereka harus memastikan anak-anaknya diterima di sekolah ini atau itu tanpa biaya yang menjerat mereka.
Ada keleluasan untuk rakyat yang tidak mampu dari pemerintah saat ini, yakni melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau lainnya, tapi sayang semuanya BLUNDER ketika hal itu TIDAK TEPAT SASARAN, dan untuk mendapatkannya pun harus memenuhi banyak syarat, dan penuh DRAMA.
Kesewenang-wenangan pemerintah yang membatasi pemberian KJP, pemberian KJP yang tidak tepat sasaran, mengharuskan warga tak mampu antri berjam-jam, sementara pemerintah asyik dengan kebijakan-kebijakan yang tidak menyenangkan dan melegakan rakyat, tetapi membuat para pendukung dan pengusungnya semakin makmur.
Sumber daya alam diserahkan ke asing, pajak dinaikkan, harga BBM terus dinaikkan, biaya pendidikan semakin mahal, rakyat diwajibkan mengikuti Tapera, dan gaji buruh diminimalkan, sementara para orang asing bahkan diberi Golden Visa dan HGU hingga 190 tahun di IKN.
Rakyat seakan diperas dan sumber daya alam dirampok, sementara orang asing dimanjakan. Atas nama apa? Investasi, tetapi pertumbuhan ekonomi mentok di kisaran 5%, utang terus bertambah hingga melewati Rp6 ribu triliunan, dan rupiah terjungkal hingga di atas Rp16.000/dolar. Makin banyak rakyat yang kehidupannya semakin susah.
Sebenarnya hak anak bangsa yang harus didahulukan, karena sumber kekayaan alam adalah untuk warga negara, pasal baku yang harus di laksanakan oleh penyelenggara negara tanpa toleransi apapun.
Jika pengelolaannya benar, tak mungkin ada jeritan para ibu dan antrean panjang anak-anak yang ingin mendapatkan haknya sebagai pelajar.
Di saat rakyat berpikir keras dan bekerja keras untuk mempertahankan hidup demi membiayai pendidikan anak, para pejabatnya berpikir bagaimana bisa mengumpulkan pundi-pundi uang dari jabatannya. Negara yang sudah kehilangan jati diri bangsa meninggalkan landasan ideologinya sehingga negara gagal total, alih alih mensejahterakan rakyat, yang ada meningkatkan utang untuk dikorupsi bersama dan utangnya dibebankan untuk rakyat.
Bedebah sekali bukan pemimpin Republik ini???
Sudah sepantasnya FOKUS pemerintah pada PENDIDIKAN ANAK dan KESEJAKTERAAN RAKYAT, bukan pada Infrastruktur yang jor-joran dan akhirnya MANGKRAK serta berujung pada "pemerasan" terhadap rakyat.
Indonesia akan jaya dan makmur jika anak bangsanya berkualitas, dan kualitas itu ditentukan oleh mudahnya mendapatkan pendidikan.
Jangan berstatement generasi kita tak berkualitas, karena faktanya pemerintah sendiri tidak memberikan kesempatan dan menjamin itu.
*Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". (QS. Al-Baqarah; 18 )
Jangan persulit kehidupan rakyat, jika bisa dipermudah.
THE HARDER YOU DO FOR SOMETHING, THE GREATER YOU'LL FEEL WHEN YOU ACHIEVE IT.✍️🇮🇩







