Harian Umum - Jubir militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaida, mengonfirmasi ini hari, Senin, jika pejuang Al-Qassam sanggup, sepanjang empat hari akhir, merusak semua atau beberapa 71 kendaraan militer.
Abu Ubaida menjelaskan dalam pengakuan jurnalis, yang disaksikan oleh Pusat Informasi Palestina, jika pejuang Al-Qassam membunuh 16 tentara wargaan dan mencederai beberapa puluh yang lain dengan beragam cedera, dan lakukan 42 misi militer yang mengakibatkan beberapa tentara Israel meninggal dan cedera.
Abu Ubaida benarkan, "Brigade Al-Qassam ledakkan dua rumah dan dua terowong tentara lawan, dan ledakkan ladang ranjau di kendaraan dan tentara wargaan, selainnya dua operasi penembak tepat dan menarget helikopter di langit Gaza. Mereka tembak jatuh dua pesawat pengintai dan tangkap drone yang lain.
Ia menerangkan jika artileri Al-Qassam merusak basis besar, ruangan instruksi lapangan, dan fokus militer dengan mortir dan rudal jarak pendek di semua sumbu tempur di Lajur Gaza, dan menghujani kota Tel Aviv di tengah gempuran substansi dengan rangkaian rudal "Al-Maqadma 90".
Pada Senin malam, tentara pendudukan Israel umumkan pembunuhan seorang perwira dalam pertarungan di Lajur Gaza utara, hingga jumlah korban meninggal semenjak 7 Oktober jadi 507 orang.
Tentara pendudukan tidak menambah informasi mengenai pertarungan yang mengakibatkan kematian prajurit itu, sedangkan media pendudukan mendakwa tentara tidak umumkan dengan tepat jumlah korban meninggal.
Di tanggal 7 Oktober, Kepala Staff Brigade Al-Qassam, Muhammad Deif, umumkan penyeluncuran Operasi militer "Badai Topan Al-Aqsa," sesudah beberapa ratus roket dikeluarkan dari Gaza ke arah daerah Palestina "yang diduduki", dan penyerangan beberapa lokasi militer dan pemukiman yang bersisihan dengan Lajur Gaza.
Ini mengakibatkan kematian dan beberapa ribu tentara dan pemukim cedera dan penangkapan beberapa puluh orang.
Semenjak tanggal 7 Oktober, wargaan Israel, dengan support Amerika Serikat dan Eropa, sudah memperlancar perang hebat di Lajur Gaza, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur besar dan beberapa puluh ribu korban sipil, umumnya pada mereka ialah beberapa anak dan wanita selainnya musibah kemanusiaan yang tidak pernah terjadi awalnya, menurut sumber sah Palestina dan PBB.
Sumber: Pusat Informasi Palestina







