Jakarta, Harian Umum- Gerakan Laskar (GL) Pro 08 berkomitmen akan berjibaku habis-habisan guna memenangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Apalagi karena GL Pro 08 merupakan salah satu LSM pendukung Prabowo dengan moto "Setia Sampai Akhir".
"Kita akan turun ke TPS-TPS dan mengawal penghitungan suara untuk mencegah terjadinya kecurangan, baik saat penghitungan di TPS, di tingkat kecamatan, kabupaten/kota maupun provinsi," kata Ketua Umum GL Pro 08 Jimmi CK kepada harianumum.com usai pemberian santunan kepada 711 anak yatim dan kaum dhuafa di Markas Komando GL Pro 08 di kawasan Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, Jumat (8/6/2018).
Saat berada di TPS, tegas Jimmy, anggota GL Pro 08 juga akan diarahkan untuk jeli, teliti dan cermat dalam memantau setiap pergerakan orang-orang yang hendak menggunakan hak pilihnya, sehingga pendatang dari wilayah lain tak bisa mencoblos di TPS yang tidak sesuai dengan alamat di e-KTP-nya, dan di orang asing, khususnya dari China, tidak bisa lolos masuk ke bilik suara dan mencoblos Capres tertentu, karena patut diduga orang itu menggunakan e-KTP aspal (asli tapi palsu) hasil penggandaan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
"Kita belajar dari Pilpres 2014 dimana kala itu kecurangan begitu masif dan terstruktur, sehingga Pak Prabowo gagal jadi presiden," katanya.
Jimmi mengaku, GL Pro 08 saat ini ada di 19 provinsi. Khusus di DKI Jakarta, jumlah anggota mencapai 11.281 orang dengan jumlah Satgas sebanyak 2.800 orang.
Semua personel ini, kata dia, akan dikerahkan saat Pilpres 2019
"Pokoknya tahun depan kita all out untuk memenangkan Pak Prabowo," tegas Jimmi.
Meski demikian ia juga mengakui kalau tugas GL Pro 08 di 2019 tidaklah ringan karena Ketua Dewan Pembina GL Pro 08 yang juga wakil ketua Komisi I DPR, Asril Hamzah Tanjung, maju lagi di Pileg 2019 agar kembali duduk menjadi anggota DPR periode 2019-2024.
Selain itu, Ustad Rachman, kader GL Pro 08, maju di Pileg 2019 melalui Dapil DKI Jakarta IV yang meliputi Kecamatan Pulogadung, Cakung, dan Matraman, untuk menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024; dan Wakil Ketua Okaka GL Pro 08 Jahendra yang akrab disapa Mete Jay, juga maju di Pileg 2019 melalui Dapil Padang Pariaman IV agar menjadi anggota DPRD Kabupaten Padang periode 2019-2014.
"Semua ini harus kita memangkan agar kita punya perwakilan di Parlemen pusat dan daerah," tegas Jimmi.
Selain hal tersebut, GL Pro 08 juga akan berjuang agar aktivis Rizal Kobar dapat menjadi senator (anggota DPD) dari Dapil DKI Jakarta.
"Tapi untuk DPD ini kami punya pilihan sulit karena Ibu Fahira Idris yang saat ini masih menjadi senator, maju lagi di Pileg 2019 agar tetap jadi senator," katanya.
Ketika ditanya seoptimis apa GL Pro 08 memperjuangkan empat orang sekaligus, yakni Prabowo Subianto, Ustad Rachman, Jahendra dan Rizal Kobar/Fahira Idris, Jimmi mengatakan sangat yakin, karena dari 19 daerah dimana GL Pro 08 eksis, organisasinya kuat di Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Selain itu, konsultan pemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017, Eep Saefulloh Fatah, mengatakan bahwa salah satu faktor kemenangan Anies-Sandi atas Ahok-Djarot di Pilkada DKI adalah dua jenderal dalam tim suksesnya, yakni Jenderal Joko Santoso dan Mayjen (Purn) Asril H Tanjung yang merupakan ketua Dewan Pembina GL Pro 08.
"Meski Eep saat itu tidak menyebut GL Pro 08, tapi penyebutan nama ketua Dewan Pembina kami sudah cukup sebagai pengakuan terhadap perjuangan dan kemampuan kami, dan itu membuat kami semakin pede untuk dapat memenangkan Prabowo di 2019, dan juga memenangkan para kader yang mengikuti Pileg," katanya.
Seperti diketahui, saat Prabowo dan Amien Rais menemui Habib Rizieq di Mekkah seusai umroh, Habib meminta empat partai, yakni Gerindra, PKS, PKB dan PBB segera mendeklarasikan diri sebagai empat partai yang berkoalisi dalam menghadapi Pilpres 2019 dengan sebutan Koalisi Keumatan.
Koalisi ini diminta mengusung Prabowo sebagai Capres.
Namun belakangan ini, setelah terbongkar kalau Kemendagri telah sejak 2010 menggudangkan e-KTP di gudangnya yang berada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Semplak, Bogor, timbul kekhawatiran kalau tindakan Kemendagri tersebut berpotensi memunculkan pemilih-pemilih siluman, alias pemilih yang dibekali e-KTP aspal hasil penggandaan oleh oknum tak bertanggung jawab, demi memenangkan lagi Capres tertentu.
Pasalnya, sebelum kasus ini terbongkar, pemerintah mewajibkan pemilik ponsel untuk mendaftar ulang SIM Cardnya dengan disertai NIK dan nomor KK, dan kebijakan ini dipercaya mempermudah para oknum untuk membuat KTP ganda.
Apalagi meski Kemendagri mengklaim bahwa 508.000 e-KTP yang digudangkan semua dalam kondisi rusak alias invalid, saat acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne, terungkap kalau ada warga Sumatera Selatan yang e-KTP-nya dinyatakan rusak dan ikut digudangkan, namun ternyata memiliki e-KTP. Dan dia tidak pernah diberitahu kalau e-KTP yang dibuatnya pernah ada yang rusak.
Jimmi melihat sangat kecil Pilpres 2019 dapat berlangsung jujur dan adil (Jurdil) mengingat ambisi Presiden Jokowi untuk kembali menjadi presiden, sangat luar biasa.
"Karena itu kita dan semua pendukung Pak Prabowo akan all out agar Pak Prabowo tidak kalah lagi karena dicurangi," pungkasnya. (rhm)






