Jakarta, Harian Umum-Setiap tahun pada tanggal 14 Juni, negara-negara di seluruh dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia (Worl Blod Donor Day). Acara ini dicanangkan pertama kali pada tahun 2004 oleh WHO, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya darah yang aman dan produk darah.
Juga untuk mengucapkan terima kasih kepada pendonor darah yang dilakukan sukarela dan mereka yang menyelamatkan jiwa. Pada tahun 2020, sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, maka tema peringatan Hari Donor Darah Sedunia yaitu Darah Yang Aman, Selamatkan Jiwa (Save Blood, Save Lives).
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla dalam pesannya menyatakan bahwa dalam tema tersebut, PMI sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas peran masyarakat yang sangat besar sebagai penyedia darah yang berkelanjutan. Di tengah pandemi Covid-19, saat diberlakukan kebijakan jarak fisik dan PSBB, masyarakat dengan kesetiaannya terus mempertahankan kesehatan agar mampu menyediakan darah yang sehat. Hal ini sangat mendukung stok darah secara nasional.
"Melalui semangat kebersamaan inilah para pendonor darah sukarela sebagai bagian dari penyebaran nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus nilai-nilai Kepalangmerahan untuk terus membantu umat manusia di dunia tanpa membedakan suku, bangsa, agama dan ras," jelas Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla juga berpesan pada peringatan tahun ini, dengan kehadiran pandemi Covid-19 dapat meningkatkan kewaspadaan kita terhadap kesehatan pribadi, keluarga dan lingkungan agar hidup lebih baik dan sehat di tengah wabah Covid-19.
"Agar kita memupuk semangat persaudaraan dan mempersatukan para pendonor darah sukarela atau komunitas donor darah sukarela dengan tujuan untuk meningkatkan self esteem / harga diri pendonor darah sukarela dan mendorong untuk terus berbagi kepada sesama," jelas Jusuf Kalla.
PMI Provinsi DKI Jakarta mengadakan Hari Donor Darah Sedunia secara sederhana dan dihari oleh Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Aula PMI Provinsi DKI Jakarta, Minggu (14/6/2020).
Selama ini Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi DKI Jakarta bersama Cabang UTD di wilayah DKI Jakarta dapat mengumpulkan 1000 pendonor darah sukarela per hari untuk melayani 49 Rumah Sakit dengan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), 168 Rumah Sakit non BDRS di Jakarta dan 246 Rumah Sakit non BDRS di luar Jakarta.
Dengan kasus terbanyak pada kelainan darah pada anak maupun dewasa, seperti talasemia dan leukemia sebanyak 50%, untuk ibu yang menerima 7,8%, kebutuhan untuk operasi 15% dan keadaan gawat darurat lainnya sekitar 9%. Namun, pada masa pandemi Covid-19 ini, dengan adanya PSBB dan bekerja dari rumah, maka terjadi penurunan jumlah pendonor hanya sekitar 100 - 200 per hari.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tokoh masyarakat, tempat ibadah masjid, gereja dan lembaga swasta lainnya yang terus berupaya membantu mengumpulkan pendonor darah sukarela agar tersedia darah untuk pasien yang membutuhkan," kata Plt. Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Muhammad Muas.
"Untuk itu, kami memberikan penghargaan dan apresiasi sebagai ucapan terima kasih kami kepada para pendonor darah sukarela penerima penghargaan pada hari Donor Darah Sedunia tahun ini," terang Muhammad Muas.
Pada hari Donor Darah Blood Sedunia tahun 2020, UTD PMI Provinsi DKI Jakarta juga telah menerima mandat sebagai penyedia plasma konvalesen bagi pasien Covid-19, sehingga hari ini secara resmi akan dilakukan pengambilan plasma konvalesen pertama di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta.
UTD PMI DKI Jakarta sebagai salah satu dari UTD yang telah menerima sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari Badan POM terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan keamanan darah agar tidak tercemar. (hnk)







