Papua, Harian Umum - Tanah Papua Untuk Indonesia - Natal merupakan sebuah momentum pertemuan, tidak hanya bermakna sangat penting bagi keluarga kristiani melainkan pula dapat dimaknai sebagai pertemuan spiritual, yang mendasari dari pembentukan fondasi keimanan umat kristiani.
Keimanan akan kelahiran Yesus Kristus ke dunia daging dan darah ini (baca: kehidupan yang fana), menebus dosa dosa manusia, agar umat manusia memperoleh cinta dan kasih-Nya, tanpa harus meneruskan tradisi umat sebelumnya yang diwajibkan atas mereka pengorbanan darah (tradisi Abraham)..
Tidak menjadi penting apakah umat beragama lainnya ikut mengucapkan hari raya Natal, karena natal itu merupakan bentuk keyakinan dan keimanan yang melekat pada hati umat kristiani.
Namun, jika ada seorang pemimpin di Republik ini yang mau menyapa perayaan umat kristiani dihari natal ini, merupakan sebuah penghormatan dan tidak perlu di tafsirkan lebih jauh kedalam bentuk keyakinan yang harus dipaksakan terhadap umat beragama lainnya..
Kita tentunya banyak berharap, Indonesia yang majemuk ini, bisa mempertahankan ideologi kebangsaannya, menjadi manusia manusia timur yang menghargai kebhinekaan yang telah ada sejak lama.. Tidak ada sebuah entitas dan keyakinan tertentu yang dapat mendominasi atas entitas atau keyakinan lainnya.
Sebagai umat kristiani, kami selalu berharap kedamaian natal akan menjadi sebuah lentera yang memberikan kesejukan, kehangatan kekeluargaan, tersebarnya berkat yang memberi kebaikan, kedalam setiap kehidupan kebangsaan di Indonesia.
Natal mengajarkan umat kristiani, untuk menghargai setiap kehidupan dimuka bumi, sebagaimana Yesus kristus datang ke dunia ini, dalam kehidupan manusia yang sama dengan kebanyakan manusia lainnya (dalam kehidupan darah dan daging).
Setiap perselisihan, pertentangan, perdebatan, hingga yang menimbulkan peperangan dan pertumpahan darah diantara sesama umat manusia, seharusnya tidak pernah terjadi. Sebab, Tuhan Yesus sendiri telah memperlihatkan perjalanan hidupnya yang harus dibunuh di tiang salib karena bersumber dari perselisihan dan pertentangan diantara sesama umat manusia.
Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan, dan juga menjadi pelajaran hidup bagi setiap umat manusia yang memiliki keyakinan mutlak terhadap ajaran Ketuhanan/ajaran keagamaan..
Umat kristiani merayakan natal, dengan menghidupkan lentera pohon natal disetiap rumah dalam suka cita, mengajak kerabat family terdekat dan terjauh untuk berkumpul dan saling memberi hadiah.. Sekeras apapun hubungan yang terjadi diantara kerabat, namun, disetiap momentum natal tiba, kehangatan persaudaraan itu akan kembali hadir dan ikut mengurai masalah masalah duniawi yang terjadi..
Besar harapan kami, damai natal, lentera cahaya pohon natal yang berwarna warni itu, ikut dirasakan oleh saudara saudara kami di Pegunungan Tengah Tanah Papua, yang sejak beberapa tahun terakhir (sejak 2018), terpaksa merayakan natal jauh dari kampung halaman, merayakan natal di shelter pengungsian, akibat dari serangkaian pertempuran pasukan organik militer bersama gerakan paramiliter di Tanah Papua..
Menjadi Presiden atau Wakil Presiden di Republik ini, apapun latarbelakang Agamanya, bukanlah menjadi seorang Pemuka Agama, melainkan pemberian status "pemimpin" oleh rakyat melalui pemilu itu, merupakan penugasan seluruh rakyat dengan semua latarbelakangnya, untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Negara sekaligus kepala Pemerintahan..
Agak terlihat aneh rasanya, jika ada seorang pemimpin yang terlihat enggan untuk "mengucapkan sapaan hangat" kepada seluruh anggota keluarga dalam negara yang majemuk ini, apalagi jika salah satu anggota keluarganya tengah merayakan hari suka cita "natal"..
Rasa hormat itu tidak perlu di tuntut untuk dilakukan, itu lahir dari ekpresi kebatinan seseorang. Maka dalam kesempatan yang berbahagia di hari natal ini, kami mewakili simpatisan dan kader GAMKI di seluruh penjuru tanah air, mengucapkan terimakasih sedalam dalamnya kepada Mas Gibran yang sudah memanfaatkan panggung debat Cawapres kemarin, untuk menitipkan salam kehangatan natal bagi umat kristiani yang tengah merayakannya.
Semoga tradisi saling menyapa dalam kehangatan kebhinekaan yang menjadi ciri negara ini, akan terus ada disetiap generasi Presiden dan Wakil Presiden terpilih ditahun tahun mendatang.
Seperti yang telah di beritakan dan di lansir dari berbagai sumber kanal Berita Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Manado, Sulawesi Utara. Dalam kunjungan itu, Gibran bercerita mengucapkan selamat Natal dalam 2 detik terakhir saat paparan visi-misi debat cawapres.
Hal itu dikatakan Gibran dalam pidatonya kala mengahadiri perayaan Natal di acara 'Christmas Youth Celebration & Concert', di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (23/12/2023).
"Kemarin ada yang nonton debat nggak? Untungnya kemarin saya punya sisa waktu 2 detik untuk mengucapkan selamat Natal dan tahun baru," ujarnya.
Dirinya bercerita memiliki waktu 2 menit untuk memaparkan visi-misi. Pada bagian akhir waktu paparannya, Gibran pun mengucapkan selamat Natal.
"Di akhir kata itu, di akhir segmen, kan saya cuma dikasih waktu dua menit untuk menutup visi misi, untungnya masih punya waktu 2 detik untuk mengucapkan selamat Natal, kalau lupa repot nanti," ucapnya.
Walikota Solo itu juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Manado yang telah mengizinkan dirinya mengikuti perayaan Natal. Dirinya juga mengucapkan selamat Natal dan tahun baru bagi masyarakat.
"Yang jelas selamat Natal dan tahun baru, untuk bapak-ibu teman-teman yang merayakan semoga Natal tahun ini membawa berkah untuk semua," tuturnya.
Dalam acara tersebut, Gibran juga menyalakan lilin bersama masyarakat yang hadir. Dirinya juga membagikan buku kepada anak-anak yang hadir.
Sementara itu cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka mengharapkan agar Natal tahun ini bisa memberikan ruang aman bagi Umat KristianiAgar masyarakat bisa merayakan Natal dengan penuh kedamaian dan rasa aman.
"Perayaan Natal tahun ini semoga memberikan ruang yang aman bagi Umat Kristiani untuk berkumpul bersama keluarga. Rayakan dengan penuh kedamaian dan rasa aman," ujarnya.
Gibran juga mengharapkan perayaan Natal tahun ini bisa membawa kegembiraan, kesejahteraan dan kerukunan.Semoga perayaan Natal tahun ini dapat membawa, damai, kegembiraan, kesejahteraan, serta kerukunan untuk seluruh umat."
"Selamat Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 . Tuhan memberkati dan melindungi kita semua," ucap Gibran dalam video unggahan di Instagram pribadinya.







