Jakarta, Harian Umum-Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono kembali meminta dengan tegas agar aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI Jakarta memperketat protokol kesehatan di tengah masyarakat. Menurutnya, penularan wabah Covid-19 ini tidak pandang bulu.
"Corona virus itu tak pandang bulu kamu siapa ! Mau kepala dinas. Mau kepala pasar. Mau kepala preman. Apalagi KEPALA BATU tetap dilibas !! Tetap pakai masker dan jaga jarak," ujar Mujiyono, di Jakarta, Kamis (17/9).
Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang masih abai dalam penerapan protokol kesehatan. Dia mencontohkan, penggunaan lift di lingkungan DPRD dan Balai Kota Jakarta diisi banyak orang. Seharusnya, lift tersebut diisi beberapa orang saja untuk menerapkan physical distancing.
"Sudah deh, jangan bilang itu rumah rakyat dan sebagainya, nanti ada kok waktunya dibuka, diperketat habis," katanya.
Dia berharap, lingkungan perkantoran seperti Balai Kota dan gedung DPRD DKI Jakarta rutin disemprot cairan disinfektan dua kali dalam sepekan. Bagi yang melakukan work from office (WFO), dia menganjurkan untuk membuka ventilasi agar udara di ruangan bisa berganti dengan yang lebih segar.
"Setiap minggu paling tidak dua kali harus disemprot disinfektan. Karena apa? Ventilasi di gedung dewan itu nggak ada. Kayak di ruang paripurna, ventilasinya di mana? Dropletnya itukan lebih lama karena udara dingin, kalau di udara dingin itu, kalau kita ngomong nyemprot, harusnya 10 detik sudah turun di bawah, itu bisa melayang-layang virus itu," ungkap politisi Partai Demokrat ini.
Menurutnya, pembukaan ventilasi di ruang kerja itu penting. Jika diperlukan, pendingin ruangan pun harus dimatikan terlebih dahulu agar virus asal kota Wuhan itu pun sirna dari ruang kerja.
"Yang paling penting adalah ruangan-ruangan di Pemprov DKI Jakarta harus ada ventilasinya, dibuka saja, enggak usah pake dulu nggak apa apa. Kemarin saya rapat di Komisi A saya suruh buka, ruang rapat buka, pintu yang biasa pake finger print itu saya suruh buka, semuanya buka, panas-panas dikit nggak apa-apa lah," tegasnya. (hnk)






