Jakarta, Harian Umum- Aktivis yang juga mantan relawan Gubernur Anies Rasyid Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno, mengaku terheran-heran melihat perkembangan proses rotasi yang sedang dijalankan kedua penguasa Jakarta itu.
Pasalnya, apa yang terjadi saat ini sungguh di luar perkiraan mereka.
"Kami memang pernah mendesak agar Anies-Sandi segera melakukan rotasi, karena kami memperkirakan lebih dari 80% pejabat di DKI merupakan loyalis Ahok," ujar Sumiarto, salah seorang mantan relawan Anies-Sandi, kepada harianumum.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (12/7/2018) malam.
Menurut relawan yang saat Pilkada DKI Jakarta 2017 tergabung dalam Relawan Borobudur ini, jika Anies-Sandi tidak merotasi para Ahokers itu, pemerintahannya bisa saja akan terganggu karena para Ahokers itu dapat melakukan pembusukan, bahkan sabotase.
"Kami semua para relawan, sepakat tentang hal ini," imbuhnya.
Namun, lanjut relawan yang akrab disapa Boncel ini, setelah melihat perkembangan rotasi yang dilakukan Anies-sandi, ia sendiri mulai terheran-heran dan akhirnya bertanya-tanya; ada apakah gerangan?
Sebab, ketika pada 5 Juli 2018 lalu Anies melantik 20 pejabat, para pendukung Ahok itu hanya mengalami pergeseran posisi, bahkan ada yang naik jabatan.
Tak hanya itu, saat Anies merotasi jajaran direksi dan komisaris BUMD, sejumlah nama relawan yang semula digadang-gadang bakal mendapatkan posisi di perusahaan milik daerah tersebut, semuanya terpental.
"Akhirnya saya merasa bahwa meski para relawan pernah bercucuran keringat saat memperjuangkan Anies-Sandi agar memenangkan Pilkada DKI 2017, yang untung malah birokrat. Meski mereka dulu, saat Pilkada Jakarta, justru habis-habisan berusaha memenangkan Ahok-Djarot," imbuhnya.
Alumni GMNI ini pun berharap Anies-Sandi tidak salah perhitungan dengan kebijakannya ini, karena bagaimana pun, menurut dia, apa yang dilakukan Anies-Sandi ini pasti ada risikonya.
Seperti diketahui, saat ini Anies-Sandi tengah dalam tahap merotasi pejabatnya. Setelah melantik 20 pejabat pada 5 Juli silam, Anies kemudian mencopot 29 pejabat, dan saat ini Penitia Seleksi (Pansel) Promosi tengah bekerja untuk mengisi jabatan-jabatan kosong akibat pelantikan dan pemecatan tersebut.
Selain merotasi pejabat di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Anies juga merombak jajaran direksi dan komisaris BUMD.
Perusahaan plat merah yang telah tersentuh kebijakan tersebut adalah PT Delta Djakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Bank DKI, dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Menurut informasi, sejumlah nama relawan sempat disebut-sebut bakal mendapat posisi dalam perombakan di BUMD tersebut, baik sebagai komisaris maupun Badan Pengawas (BP). Namun setelah perombakan dilakukan, nama mereka tak ada.
Relawan dimaksud di antaranya Rikrik Rizkiyana yang digadang-gadang akan menduduki jabatan komisaris utama di PT Jakpro.
Sementara itu, nama pengurus Masjid Sunda Kelapa, Sutrisno, yang disebut-sebut bakal mmenduduki jabatan kepala BP PD Pasar Jaya, serta Deni Iskandar, relawan dari Tim Borobudur yang dikabarkan bakal menjadi kepala BP PD Dharma Jaya, hingga kini nasibnya tak jelas. (rhm)






