Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto berencana membangun penjara di pulau terpencil bagi para koruptor agar tidak bisa kabur.
Hal ini disampaikannya saat menyinggung soal koruptor dalam acara peresmian mekanisme baru penyaluran tunjangan ASN di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
"Saya nanti juga akan sisihkan dana, saya akan bikin penjara yang sangat, pokoknya sangat kokoh di suatu tempat yang terpencil, mereka tidak bisa keluar malam hari," kata Prabowo dalam pidatonya.
Ketua umum Partai Gerindra yang juga mantan Menteri Pertahanan itu menilai, korupsi hanya membawa kehancuran suatu negara, sehingga tidak ada negara yang kaya jika marak korupsi.
Ia bahkan tidak takut menghadapi koruptor.
"Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harusnya mengerti saya ini siap mati untuk bangsa dan rakyat ini. Saya tidak takut mafia mana pun, saya tidak takut," katanya.
Ini bukan pernyataan keras Prabowo tentang korupsi karena sebelumnya dia mengatakan akan mengejar koruptor sampai Antartika dan gurun pasir.
Namun, sebagaimana diungkap aktivis dalam sejumlah aksi unjuk rasa, termasuk aksi yang digelar Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) di Pertamina, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan Kejaksaan Agung pada 11 Maret 2025 lalu, juga aksi yang digelar Koalisi Nasional Perempuan Indonesia (KNPRI) pada 12 Maret 2025 di Kejaksaan Agung dan setiap hari Rabu (Reboan) di KPK, Prabowo dinilai hanya omon-omon.
Pasalnya, hingga kini Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi yang masuk daftar pemimpin terkorup 2024 versi OCCRP, terkesan tidak tersentuh hukum sama sekali, meski aksi Adili Jokowi telah terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air, terutama Jakarta, dan termasuk Solo. (rhm)







