JAkarta, Harian Umum - Aktivis di Ibukota mengapresiasi langkah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang mengundang sejumlah pihak terkait dalam acara coffee morning di rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2017).
Pasalnya, dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Anies Baswedan, Wagub Sandiaga Uno, Dirjen OTDA Kemendagri Soni Sumarsono dan pimpinan serta anggota DPRD DKI tersebut, polemik penyelenggaraan sidang paripurna istimewa penyampaian visi misi Anies-Sandi, clear.
"Ketua DPRD tadi (saat coffee morning) bilang sidang tanggal 15 (November)," kata Anies kepada harianumum.com usai mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) di gedung Dewan, Senin (6/11/2017).
Ketua Forum Bersama Jakarta (FBJ) yang juga juru bicara relawan pemenangan Anies-Sandi, Budi Siswanto, mengatakan, sangat mengapresiasi acara tersebut, karena menandakan adanya kedewasaan pemimpin di Jakarta dalam berpolitik.
Apalagi karena acara coffee morning itu kemudian dilanjutkan dengan pembahasan KUA/PPAS 2018 di gedung Dewan yang juga dihadiri Gubernur, Wagub dan pimpinan DPRD.
"Ucapan trima kasih yang tulus telah disampaikan Gubernur Anies kepada Ketua DPRD DKI Prasetio yang telah mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur untuk hadir di rumah dinas Beliau pada acara silaturahmi yang dikemas dengan jamuan coffe morning, dengan harapan di waktu yang akan datang Gubernur juga dapat melakukan hal yang sama dengan mengundang Forkominda," kata Budi melalui siaran tertulisnya, Selasa (7/11/2017).
Ia menambahkan, momen Pilkada sudah lewat, dan kita tidak bergerak di ruang kosong.
"Tanggung jawab besar sebagai pemimpin Jakarta ada di tangan mereka. Maka, kegaduhan sudah harus kita lewati, dan kini saatnya menunjukan kerja nyata melayani janji yang disampaikan (saat kampanye)," imbuh dia.
Budi mengakui kalau ekspektasi warga Jakarta sangat tinggi terhadap Anies-Sandi. Untuk itu, kinerja gubernur dan wagub baru Jakarta untuk periode 2017-2022 itu tidak hanya harus bagus dalam paparan program, namun juga dalam implementasi.
Di sisi lain, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) Rico Sinaga mengatakan, seharusnya bila sedari awal Ketua DPRD tidak melakukan politicking terhadap penyampaian visi misi Anies-Sandi, persoalan ini tdk meluas kemana-mana.
"Sebagai sahabat, dari awal kami ingatkan, agar Pras lebih bijak dan legowo akan kondisi yang ada. Tidak ada yg dirugikan, justru itu semua untuk keuntungan warga Jakarta," katanya.
Namun dengan kelapangan serta kebesaran hati Prasetyo mengundang Anies-Sandi untuk datang di kediamannya, lanjut Rico, menandakan kepentingan warga Jakarta ke depan jauh lebih penting dari ego pribadi
"Aktivis Jakarta akan selalu mengawasi serta mengawal proses yang ada saat ini. Program baik akan didukung. Sebaliknya, aktivis Jakarta akan mengambil sikap yg tegas bila pimpinan Pemprov DKI menyengsarakan warga," imbuhnya.
Ia menegaskan, para aktivis tiada bosan mengingatkan kepada Anies-Sandi untuk tetap terus memonitor kinerja stafnya, mengingat mereka, orang-orang yang saat ini memimpin SKPD, merupakan orang-orang yang terbiasa bekerja bila ada perintah, miskin ide, gagasan dan kreatifitas, dan cukup lama didoktrin hanya sekedar untuk menjalankan perintah dengan disertai ancaman pencopotan jika tak patuh.
Karenanya, bagi mereka yang tidak dapat mengikuti dinamika kepemimpinan Anies-Sandi perlu dievaluasi secara menyeluruh.
"Semoga keberpihakan Anies-Sandi pada warga tidak hanya terlihat saat janji kampanye, namun dapat terwujud dengan dukungan semua pihak," pungkasnya. (rhm)







