Way Kanan, Harian Umum - Dalam rangka akurasi DPS menuju DPT, KPU Way Kanan gelar uji publik DPS dengan mengundang stake holder di Aula KPU Jumat 25 September.
Uji publik DPS terpenting di tingkat kampung, dan PPS dibawah sudah melakukannya. PPK dan PPS melakukan sosialisasi secara keliling, melalui sarana ibadah, motor keliling, mobil keliling, memanfaatkan forum sosial dan keagamaan.
Seperti diutarakan oleh Kordiv data KPU Way Kanan I Gede Klipz Darmaja, Uji publik tingkat desa telah dilakukan tanggal 23 September mengundang PKD, mantan PPDP, dan perangkat kampung, sedangkan untuk di tingkat Kecamatan uji publik dilaksanakan tanggal 24 september. "Para pihak dapat memberikan masukan, tanggapan terhadap DPS yang ditempel di tempat strategis," kata Klipz Darmaja.
Bahkan ditambahkan olehnya, bahwa DPS diperoleh melalui proses yang panjang. Sebagaimana amanat Undang-undang, KPU melakukan sinkronisasi DPT Pemilu terakhir dengan DP4 dari Kemendagri. Dalam sinkronisasi ditambahkan 45.148 pemilih baru yang berusia 17 tahun sampai dengan 23 September (Pilkada sebelum Pandemi) dan ditambahkan 1.688 pemilih baru yang berusia 17 tahun sampai dengan 9 Desember. KPU juga menghapus data pemilih ganda 2.973. Sehingga ditetapkan A-KWK sebagai bahan coklit sebanyak 339.525.
" Namun setelah dilakukan pemutakhiran data pada tahap coklit, ditemukan pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang terdiri dari beberapa jenis, yaitu kode meninggal yaitu sebanyak 4.978, pemilih Ganda sebanyak 766, pemilih dibawah umur sebanyak 56, pindah domisili sebanyak 16.071, pemilih tidak dikenal sebanyak 6.379, TNI sebanyak 67, Polri sebanyak 33, dan pemilih bukan penduduk sebanyak 23.590. KPU menetapkan DPS 322.824," ujarnya. ( Narto ).







