Jakarta, Harian Umum - Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengeritik keras ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.
Pasalnya, Kaesang sesumbar bahwa partainya akan menggratiskan iuran BPJS Kesehatan, sementara ayahnya, Presiden Jokowi, justru pernah mengancam masyarakat yang menunggak iuran BPJS, dan pada 2022, iuran BPJS Kesehatan mencapai Rp144 triliun!
"Mungkin faktor keturunan; satu kekuarga suka umbar janji. Kali ini Kaesang umbar janji akan membebaskan iuran BPJS Kesehatan," sindir Anthony melalui siaran tertulis, Senin (11/12/2023).
Ia mengingatkan bahwa ayah Kaesang, atau Presiden Jokowi, pernah mencoba memberikan sanksi yang tidak masuk akal kepada masyarakat yang tidak bisa bayar atau menunggak iuran BPJS Kesehatan. Mereka diancam tidak bisa mendapat pelayanan publik tertentu seperti bikin SIM (Surat Izin Mengemudi), STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), Paspor, atau IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
Bahkan, penunggak iuran BPJS sempat diancam tidak bisa jual beli tanah atau mengurus sertifikat tanah. Semua itu tertuang di dalam Instruksi Presiden nomor 1 Tahun 2020.
"Iuran BPJS Kesehatan adalah kewajiban masyarakat, kecuali bagi masyarakat penerima bantuan iuran di mana kewajibannya akan ditanggung pemerintah seperti diatur di Bagian Kedua UU No. 24 Tahun 2011. Karena itu, membebaskan kewajiban iuran BPJS Kesehatan bagi pekerja dan masyarakat mampu berarti melanggar undang-undang yang berlaku," tegas Anthony.
Ia mengingatkan Kaesang bahwa iuran BPJS Kesehatan mencapai Rp144 triliun pada 2022 atau sekitar 7,1 persen dari total penerimaan perpajakan 2022 yang sebesar sekitar Rp2.000 triliun.
"Kalau iuran ini dibebaskan, artinya harus ditanggung APBN. Apakah (APBN) sanggup? Karena di sisi lain, belanja wajib atau mandatory spending untuk sektor kesehatan sebesar 5 persen malah dihapus oleh Jokowi di dalam UU Kesehatan yang baru," katanya.
Anthony meminta Kaesang agar jangan sampai politisi hanya bisa mengumbar janji yang mustahil, melanggar peraturan perundang-undangan, dan membohongi masyarakat hanya untuk perolehan suara politik.
"Semoga rakyat sudah lebih cerdas, jangan sampai menjadi korban janji kosong," harapnya.
Sebelumnya, sebagaimana dilansir Antara, Kaesang mengatakan ada sejumlah program berkaitan dengan sektor ekonomi yang akan didorong para anggota legislatif PSI di DPR jika menang dalam Pemilu 2024. Salah satunya, PSI akan memperjuangkan BPJS Kesehatan gratis untuk seluruh rakyat.
Program tersebut bertujuan agar seluruh masyarakat, mulai dari buruh, nelayan, petani, mahasiswa, pedagang, hingga yang tidak bekerja sekali pun bisa mengakses layanan BPJS Kesehatan tanpa biaya. (rhm)







