Jakarta, Harian Umum - Gubernur Aceh Nova Iriansyah, melaporkan perkembangan investasi di Aceh kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dalam kunjungan kerjanya ke Jakarta, Kamis, 18/02.
Dalam kunjungan itu, Nova didampingi Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh, Rizky Syahputra.
Nova menyampaikan, kondisi keamanan dan kepastian hukum di Aceh selama ini telah berjalan dengan baik.
“Semua investasi di Aceh berjalan baik, hanya saja terkendala dengan Covid-19,” kata Nova.
Di antara investasi yang mengalami penundaan akibat covid-19 adalah Blok Andaman III yang dikelola Repsol, perusahaan migas asal Spanyol dan Mubadala Petroleum. Seharusnya eksplorasi di Blok Andaman III ini dilakukan pada Februari tahun ini. Namun demikian, membuat aktifitas berubah hingga mencapai satu tahun.
Kemudian Nova juga menyampaikan rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) yang dapat melakukan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Namun, mereka terakhir kali ke Sabang.
“Karena di Pulau Banyak airborne, dermaganya belum ada, mereka berharap kita membangun infrastruktur dulu. Padahal alamnya sangat bagus, ”kata Nova.
Untuk tahap awal, kata Nova, para investor UEA akan melakukan investasi di Sabang. Mereka akan mengeluarkan anggaran sekitar setengah triliun yang dipergunakan untuk pembangunan resor.
Selanjutnya, Nova juga melaporkan hal-hal yang terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Nagan Raya dengan kapasitas 10 Mega Watt. Namun, sudah berjalan 5 Mega Watt.
“Kalau untuk PLTA Peusangan 1 dan 2 yang berdaya 88 Megawatt sudah saya tinjau baru-baru ini ke lokasi, ada persediaan kontruksi di bawah tanah, tapi mereka janji akhir 2022 akan selesai,” kata Gubernur.
Nova meminta bantuan terkait pengembangan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Seulawah, Aceh Besar dengan proyeksi 80 Mega Watt, di bawah pengelolaan PT Pertamina Geothermal Energy.
“Dulunya melakukan mereka dalam 2 tahun sudah mulai pengerjaan, tapi ini sudah lebih dari tiga tahun belum adanya pengerjaan,” kata Nova.
Tak lupa Nova berterimakasih kepada BKPM, karena pengelolaan minyak dan gas Blok B di Lhokseumawe sudah diambil alih oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Selain itu, Nova juga meminta bantuan terkait dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Aceh yang saat ini baru direalisasi oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan sudah mulai membangun pabrik pupuk.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyambut baik kedatangan Gubernur Aceh untuk menyampaikan laporan terkait dengan investasi yang ada di Aceh. Pihaknya berinvestasi untuk membantu penyelesaian beberapa kasus di bumi Aceh.







