Jakarta, Harian Umum - Pengajuan dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta ke Gubernur Anies Baswedan yang sebelumnya tertunda bakal dilakukan Senin (22/9/2019). Demikian dikatakan Ketua DPD Partai Gerindra M. Taufik.
Surat tersebut berisi dua nama calon wakil gubernur DKI yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sudah resmi ditandatangani PKS dan Gerindra untuk diajukan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Dua nama hasil rekomendasi tim fit and proper test yaitu pak Syaikhu dan pak Agung. Dua nama sudah ditandatangani lalu nanti Insya Allah Senin diajukan ke Gubernur lalu disampaikan ke DPRD DKI," kata Taufik, saat menggelar keterangan Pers, di Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2019).
Menurut Taufik, dua nama cawagub dipilih berdasarkan beberapa hal. "Pertimbangannya karena dua cawagub DKI merupakan kader PKS. Karena kami serahkan ke PKS. Lalu kedua cawagub cukup mumpuni kemampuannya. Sebab sudah melewati fit and proper test dimana panelisnya dari kami panelis yang independen yaitu Siti Zuhro, Eko Prasodjo dan Ubaidilah," ujar Taufik.
Bagi cawagub yang dinyatakan tidak lolos, Taufik menuturkan, bukan berarti tidak memahami permasalahan. Namun ada pertimbangan lain dari panelis fit and proper test. "Suhaemi bukan tidak lulus, mungkin posisinya kurang tepat," ucap Taufik.
Taufik menambahkan setelah surat berisi dua nama cawagub dikirimkan ke Gubernur, ditargetkan sebelum Pemilu 2019 digelar, pendamping Anies sudah terpilih melalui mekanisme voting di DPRD DKI Jakarta. "Ya kita berdoa saja sebelum Pemilu sudah selesai proses pemilihan wagub," tandas wakil ketua DPRD DKI tersebut.
Di tempat yang sama Ketua DPW PKS Syakir Purnama meminta kepada semua media untuk mengawal proses pemilihan cawagub selanjutnya di DPRD DKI. "Setelah proses ini, surat berisi dua nama cawagub diajukan ke Gubernur, lalu Gubernur menyampaikan ke DPRD. Kita kawal bareng-bareng prosesnya termasuk penyusunan tatibnya melalui bamus hingga proses pemilihan voting di rapat paripurna nanti," tandasnya. (Zat)







