Jakarta, Harian Umum - Gempa dahsyat dengan magnitudo 8,7 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur Jauh, pada Selasa (29/7/2025) malam waktu setempat atau Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 06:24 WIB.
Gempa ini merusak bangunan dan memicu tsunami setinggi 4 meter di wilayah itu, serta memicu peringatan dan evakuasi di sepanjang Samudra Pasifik.
"Beberapa orang terluka di wilayah terpencil Rusia tersebut, sementara sebagian besar pesisir timur Jepang yang hancur akibat gempa bumi dan tsunami dahsyat tahun 2011, diperintahkan untuk dievakuasi," kata Reuters.
Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov dalam sebuah video yang diunggah di aplikasi Telegram mengatakan, gempa ini merupakan yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir.
Sementara Sergei Lebedev, Menteri Regional untuk Situasi Darurat,l mengatakan, Tsunami dengan ketinggian 3-4 meter tercatat terjadi di beberapa bagian Kamchatka, dan ja meminta masyarakat untuk menjauh dari garis pantai.
Survei Geologi AS menyatakan, gempa tersebut dangkal dengan kedalaman 19,3 km (12 mil), dan berpusat 119 km (74 mil) di timur-tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky, sebuah kota berpenduduk 165.000 jiwa.
Survei Geologi AS merevisi magnitudo gempa tersebut menjadi 8,0 dari sebelumnya, dan melaporkan gempa susulan berkekuatan 6,9 tak lama setelah gempa utama tersebut.
Badan Meteorologi Jepang meningkatkan peringatannya, dengan mengatakan bahwa mereka memperkirakan gelombang tsunami hingga 3 meter akan mencapai sebagian besar wilayah pesisir negara itu.
Alarm tsunami berbunyi di kota-kota pesisir di sepanjang pesisir Pasifik Jepang, dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mencari tempat yang lebih tinggi.
Rekaman di stasiun penyiaran publik NHK menunjukkan puluhan orang di pulau Hokkaido utara berada di atap sebuah gedung, berlindung di bawah tenda dari terik matahari, sementara kapal-kapal nelayan meninggalkan pelabuhan untuk menghindari potensi kerusakan akibat gelombang yang datang.
Namun, hanya gelombang kecil yang terlihat di pesisir Pasifik Jepang, dan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan sejauh ini tidak ada korban luka atau kerusakan yang dilaporkan, dan tidak ada gangguan di PLTN mana pun.
Peringatan Tsunami di Seluruh Pasifik
Sistem Peringatan Tsunami AS juga mengeluarkan peringatan "gelombang tsunami berbahaya" dalam tiga jam ke depan.
'Gelombang yang mencapai lebih dari 3 meter mungkin terjadi di sepanjang beberapa pantai Rusia dan Ekuador, sementara gelombang setinggi 1-3 meter mungkin terjadi di Jepang, Hawaii, Chili, dan Kepulauan Solomon," katanya.
Gelombang yang lebih kecil mungkin terjadi di sepanjang garis pantai di sebagian besar Pasifik, termasuk Pantai Barat AS.
"Karena gempa bumi besar yang terjadi di Samudra Pasifik, Peringatan Tsunami berlaku bagi mereka yang tinggal di Hawaii," kata Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
Pemerintah Hawaii memerintahkan warganya yang berada di pesisir pantai dievakuasi.
"Ambil Tindakan! Gelombang tsunami yang merusak diperkirakan terjadi," kata Departemen Manajemen Darurat Honolulu di akun X-nya.
Seorang warga di Petropavlovsk-Kamchatsky mengatakan, guncangan dimulai perlahan tetapi semakin kuat dan bergemuruh selama beberapa menit.
"Mempertimbangkan kekuatan dan lamanya berlangsung … saya memutuskan untuk meninggalkan gedung," kata Yaroslav, 25 tahun.
"Bangunan itu sangat rapuh dan ringan, mungkin itulah sebabnya ia bertahan, tapi rasanya seperti dindingnya bisa runtuh kapan saja. Guncangan itu berlangsung terus menerus setidaknya selama 3 menit," imbuhnya.
"Beberapa orang terluka selama peristiwa seismik tersebut. Beberapa terluka saat berlari keluar, dan seorang pasien melompat keluar jendela. Seorang wanita juga terluka di dalam terminal bandara baru," kata Menteri Kesehatan Regional Rusia, Oleg Melnikov, kepada kantor berita pemerintah Rusia, TASS.
Sementara Kementerian Layanan Darurat Rusia melalui Telegram mengatakan bahwa pelabuhan di kota Severo-Kurilsk, Sakhalin, dan sebuah pabrik pengolahan ikan di sana sebagian terendam banjir akibat tsunami.
Sebuah taman kanak-kanak juga rusak, namjnsebagian besar bangunan berhasil bertahan dari gempa dan tidak ada korban luka serius atau korban jiwa yang dilaporkan.
"Penduduk telah dievakuasi," kata Kementerian.
Cincin Api
Kamchatka dan Rusia Timur Jauh di Cincin Api Pasifik, wilayah yang secara geologis aktif dan rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyatakan bahwa gempa ini merupakan gempa terkuat yang melanda wilayah tersebut sejak 1952.
"Namun, karena karakteristik episentrum tertentu, intensitas guncangannya tidak setinggi ... seperti yang diperkirakan dari magnitudo sebesar itu," kata Danila Chebrov, direktur Cabang Kamchatka dari Layanan Geofisika, di Telegram.
"Gempa susulan saat ini masih berlangsung ... Intensitasnya akan tetap cukup tinggi. Namun, gempa yang lebih kuat diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Situasi terkendali," imbuhnya. (man)







