Jakarta, Harian Umum - Asosiasi Pengemudi Ojek Online Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Rabu (17/9/2025), akan menggelar aksi berskema konvoi dengan titik terakhir di gedung DPR RI, Jakarta.
Demonstrasi bertajuk “Aksi 179” itu mengusung tujuh tuntutan, antara lain menuntut perbaikan regulasi yang selama ini dianggap merugikan pengemudi Ojol..
"Kami start dari markas Garda di Cempaka Mas Jakarta Pusat pada jam 10.00 - 11.00 WIB, lanjut konvoi ke Istana Presiden dan Kemenhub, terakhir di DPR RI jam 12.00 - 13.00 WIB,” kata Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, seperti dikutip dari kompas.com.
Ia menyebut, pengemudi Ojol yang terdiri dari pengemudi roda dua, roda empat dan kurir paket tersebut akan bertahan di DPR hingga wakil rakyat menerima perwakilan mereka, dan tujuh aspirasi yang disuarakan, diakomodir.
"Jika nanti perwakilan kami diterima dan tuntutan sudah diterima, kami mungkin akan membubarkan diri," kata Igun.
Berikut ketujuh tuntutan para pengemudi Ojol:
1. RUU Transportasi Online segera masukkan dalam Prolegnas,
2. Potongan aplikator 10 persen, tidak bisa ditawar lagi,
3. Regulasi tarif pengantaran barang dan makanan,
4. Audit investigatif potongan 5 persen hak ojol yang telah diambil oleh aplikator,
5. Hapuskan semua program aplikator yang merugikan ojol seperti aceng, slot, multi order, member berbayar, dll,
6. Ganti Menteri Perhubungan yang pro kepada rakyat,
7. Kapolri usut tuntas tragedi 28 Agustus 2025 yang menyebabkan jatuhnya dua korban jiwa dari pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21) di Jakarta dan Rusdamdiyansyah (26) di Makassar.
(man)







