Aceh, Harian Umum - Fenomena lubang raksasa menyerupai sinkhole muncul di wilayah Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Kemunculan lubang itu memicu kecemasan karena ukurannya terus membesar dari waktu ke waktu, dan bahkan kini telah mendekati badan jalan lintas di Aceh Tengah.
Dikutip dari Theacehpost.com, Jumat (16/1/2025), lubang besar dan dalam itu muncul akibat longsor di Kampung Bah, beberapa tahun lalu, dan lubang itu terus membesar dari waktu ke waktu.
"Kini (pergerakannya) makin mendekat ke badan jalan lintas Blang Mancung–Simpang Balik," katanya.
Media loka Aceh itu menyebut, pergerakan tanah itu telah terpantau sejak 2002 dan semakin membesar pascagempa Gayo pada 2013, dan setewlah bencana banjir disertai longsor pada akhir November 2025.
“Longsoran ini semakin lama semakin bertambah, jangankan hujan deras beberapa minggu yang lalu, diterpa angin saja longsoran bisa makin meluas karena struktur tanah di lokasi tersebut merupakan pasir” kata Kepala Desa Pondok Balik, Aliyono, Kamis (15/1/2026).
Longsor yang memiliki kedalaman kurang lebih 100 meter tersebut hanya tersisa sekitar 5 meter lagi dari jalan utama, sehingga mengkhawatirkan masyarakat setempat karena jalan ini menjadi urat nadi transportasi masyarakat, khususnya untuk mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pun sedang menyiapkan jalan alternatif.
“Kita akan koordinasikan pengerasan jalan bersama Dinas PUPR untuk kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalan pada saat hujan” kata Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan.
Merujuk data kajian ESDM Aceh, longsoran di Kampung Bah merupakan jenis pergerakan tanah lambat (slow moving landslide), bukan amblesan tanah tiba-tiba (sinkhole).
Material tanah di lokasi didominasi endapan vulkanik yang mudah jenuh air dan rawan bergerak. Karakter tanah tersebut mudah menghantarkan air, tidak stabil, serta sangat rentan bergerak. (rhm)







