Jakarta, Harian Umum - Untuk kesekian kalinya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) berkolaborasi dengan Hotel Borobudur untuk menyelenggarakan bazar dalam rangka merayakan HUT ke-51 hotel yang berlokasi di dekat Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, itu.
Bazar bertajuk FPK Discovery Timeless Harmony ini bertemakan Gebyar Pembauran Kebangsaan Festival Seni, Budaya , Kuliner & Etnik Nusantara dalam rangka HUT HotelnBorobudur ke-51.
"Penyelenggaraan bazar untuk hari ini hanya satu hari, yaitu di hari ini, hari Minggu tanggal 23 Maret 2025. Kalau tahun lalu sampai satu bulan," kata Ketua FPK Syamsul Zakaria di sela-sela acara di Hotel Borobudur, Minggu (23/3/2025)
Bazar ini menampilkan kuliner dari 34 provinsi, plus kuliner etnis Tionghoa, Arab, dan India, serta produk-produk kreatif dari ke-34 provinsi tersebut, seperti produk kerajinan tangan, busana dari bahan daur ulang, dan sebagainya.
Bazar ini juga dimeriahkan dengan hiburan berupa tari-tarian dari berbagai daerah, dan musik
"Acara ini didukung Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif," imbuh Syamsul.
Ia mengatakan, untuk menyelenggarakan event ini pihaknya tidak melibatkan event organizer (EO), karena pengurus dan anggota FPK merupakan tokoh-tokoh masyarakat dari 34 provinsi.
"Saya sendiri Ketua Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan," jelasnya.
Karena ketokohan ini, sambung Syamsul, tidak sulit bagi FPK untuk menghimpun pengusaha kuliner dan industri kreatif dari daerah masing-masing agar berpartisipasi. Tak heran kalau bazar ini begitu semarak dan kental dengan nuansa ke-Indonesia-an, karena panitia dan pengusaha yang terlibat dalam bazar, sebagian mengenakan pakaian adat daerahnya masing-masing.
Maka, ketika pengunjung memasuki Timor Room Hotel Borobudur, tempat di mana bazar diselenggarakan, mereka akan langsung dimanjakan oleh berbagai jenis kulit dari berbagai daerah.
"Di sini bahkan ada kuliner dari berbagai daerah yang jarang ditemukan di pasaran, dan hasil industri kreatif yang beragam, variatif, serta bernilai tinggi, tapi semuanya merupakan produk UMKM," jelas Syamsul.
Bazar ini dibuka oleh Syamsul bersama Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi, dan Presiden Direktur Jakarta International Hotels and Development Tbk yang notabene merupakan pemilik Hotel Borobudur, Susanto Gunara.
Pembukaan dilakukan dengan secara bersama-sama menggunting pita yang disediakan panitia di panggung Timor Room Hotel Borobudur.
"Kita berharap dengan diselenggarakannya bazar ini, produk UMKM semakin diminati, pangsa pasarnya semakin luas, sehingga UMKM-UMKM kita semakin maju dan berkembang," kata Syamsul.
Sebelum acara bazar ini dibuka, terjadi momen yang sangat penting, yakni penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso; dan MoU antara Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi. (rhm)


