Jakarta, Harian Umum - Sebanyak 72 orang tewas akibat banjir dan longsor yang menerjang Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh pada saat yang bersamaan, yakni pada 26-27 November 2025.
Dalam keterangan resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (28/11/2025), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan, data sementara yang telah diperoleh dari pemerintah daerah yang terdampak, di Aceh dilaporkan 6 orang meninggal, dan 11 dinyatakan hilang.
"Untuk provinsi Aceh yang sebelumnya tidak ada korban jiwa, kemarin Bupati Bener Meriah dan Gayo Lues menyampaikan laporan; untuk di Kabupaten Bener Meriah ada 5 orang korban jiwa meninggal dunia, dan 9 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Untuk kejadian longsor di Kabupaten Gayo Lues, satu orang meninggal dunia dan 2 orang masih hilang," katanya.
Ia menyebut, dari laporan yang masuk ke BNPB, bencana banjir dan longsor di Aceh melanda 17 kabupaten/kota. Ribuan warga terdampak, puluhan kampung terendam, serta akses jalan dan jembatan terputus di berbagai wilayah, seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Besar, Singkil, Langsa, dan Bireuen.
"Beberapa daerah mengalami kondisi hujan ekstrem, debit sungai meningkat, hingga memutuskan arus listrik," imbuh Muhari.
Di Tapanuli Tengah, 34 orang meninggal dunia dan 33 orang masih dinyatakan hilang, sementara di Tapanuli Selatan sebanyak 13 meninggal dunia dan 3 hilang.
Di Pakpak hanya ada 1 korban meninggal dunia; di Tapanuli Utara 3 korban meninggal dunia dan 5 hilang; sementara di Humbang Hasundutan 4 orang meninggal dunia, dan 4 hilang.
Di Sumut, BNPB mencatat banjir dan longsor terjadi di 13 kabupaten/kota Sumut, termasuk Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Simalungun, Taput, Tapsel, Humbang Hasundutan, hingga Mandailing Natal.
Banjir dan longsor ini membuat ribuan rumah terendam, puluhan ribu warga terisolasi, beberapa jembatan putus, dan akses komunikasi terputus di sejumlah titik.
Dengan pembaruan tersebut, total korban meninggal di Sumut mencapai 57 orang, tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Pakpak, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Di Sumatera Barat, banjir dan longsor menerwaskan 9 orang di mana 4 korban merupakan warga Kota Padang, dan 5 warga Kabupaten Padang Pariaman.
Banjir di Sumbar ini merendam dan merusak ratusan rumah, merendam lahan pertanian, dan merusak fasilitas umum seperti jembatan dan irigasi..
Dengan demikian, total korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar sebanyak 72 orang, sementara puluhan orang lainnya masih dalam pencarian karena hilang.
Dalam upaya percepatan penanganan, Kepala BNPB Suharyanto kini berkantor di Posko Utama, di Kota Tarutung, Tapanuli Utara.
"Ini merupakan lokasi yang paling mudah aksesibilitasnya dan untuk mobilisasi alat perangkat personil dan logistik. Ini akan menjangkau 3 wilayah operasi, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat," jelas Muhari.
BNPB mengerahkan 4 unit satuan udara, yakni 1 helikopter dan 4 pesawat karavan. Adapun helikopter dan satu pesawat karavan digunakan untuk distribusi logistik serta evakuasi warga di wilayah yang terisolasi akibat jembatan putus, jalan tertimbun longsor, atau akses komunikasi terbatas.
Mengingat banyaknya warga yang belum bisa menghubungi keluarga di wilayah terdampak, BNPB membuka hotline di nomor 0811-6164-5500.
"Keluarga yang masih kesulitan menghubungi sanak keluarganya di daerah terdampak bisa mengirimkan data nama, umur, jenis kelamin, dan alamat. Beberapa sambungan telpon yang masuk juga menyertakan titik lokasi terakhir, ini akan sangat membantu," kata Muhari. (man)







