Jakarta, Harian Umum - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebut, daya beli masyarakat Jakarta turun hingga 25% selama momentum Idul Fitri 1446 Hijriah/2025.
"Penurunan daya beli bisa sekitar 25 persen saat Lebaran," ujar Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Mualim Wijoyo seperti dilansir kompas.com dari Antara, Rabu (9/4/2025).
Ia menyebut, ada sejumlah faktor penyebab turunnya daya beli masyarakat Jakarta tersebut, salah satunya adalah kebiasaan masyarakat yang lebih memilih mudik atau berlibur ke tempat wisata ketimbang mengunjungi pusat perbelanjaan.
Meski demikian kata Mualim, sektor kuliner mengalami peningkatan omset selama libur Lebaran, sehingga restoran dan tempat makan di mal ramai oleh masyarakat yang mencari alternatif ketika asisten rumah tangga (ART) mudik.
"Barangkali karena banyak ART yang pulang ke kampung, sehingga mal/resto menjadi jalan keluar untuk sebagian masyarakat tadi," jelasnya.
Namun, Mualim juga mencatat bahwa tidak semua gerai buka selama hari raya, yang turut menekan aktivitas belanja.
"Kondisi penurunan daya beli sebetulnya sudah dirasakan di tahun 2024 yang sampai saat ini belum pulih. Adanya penurunan masyarakat kelas menengah merupakan sinyal penurunan daya beli dan tentunya ada faktor-faktor lain," ucapnya.
Mualim mengimbau pemerintah agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan ekonomi, terutama yang berdampak langsung pada konsumsi masyarakat.
"Sarannya pemerintah jangan membuat kebijakan yang merugikan, seperti awal tahun lalu PPN 12 persen. Walaupun (pelaksanaan kebijakan itu) ditunda, tetapi terlanjur membuat kegaduhan," katanya.
APPBI DKI mendukung upaya pemerintah dalam memberantas impor ilegal, karena langkah itu diyakini dapat meningkatkan daya saing produk lokal dan UMKM. (rhm)


