Jakarta, Harian Umum - Bakal calon presiden (Bacapres) yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, membuat kebijakan harus didasari akal sehat dan data.
Hal itu dikatakan Anies dalam acara AMMAN, BOS! (Anak Milenial Mendukung Anis, Biar Orang Semangat) di kawasan Jatinegara, Jakarta Timir, Sabtu (19/8/2023).
"Membuat kebijakan itu harus pakai akal sehat dan pakai data, agar ketika dikritik dapat dijawab berdasarkan data dan akal sehat itu," katanya.
Ia mengakui kalau tak sedikit orang yang mengeritik kebijakan, termasuk dalam hal pelayanan, justru dilaporkan ketika curhat di media sosial. Padahal, kata dia, tidak seharusnya begitu, dan itu terjadi karena adanya pasal karet di UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).
"Karena itu pasal karet itu harus direvisi, karena hak setiap orang untuk berpendapat, termasuk mengeritik," imbuhnya.
Anies mengaku, ketika dia masih menjadi gubernur DKI Jakarta (2017-2022), dia juga mendapatkan kritik, dan di antara kritik itu ada yang nyaman di kuping dan ada yang tidak.
"Malah selama saya di pemerintahan, dosis kritik yang tidak nyaman di kuping itu lumayan banyak," katanya.
Namun, kata Anies, dia tidak merespon kritik yang tak nyaman di kuping itu dengan melaporkan si pengeritik.
"Saya biarkan saja," katanya.
Acara AMMAN, BOS! dihadiri lebih dari 300 milenial yang di antaranya merupakan pengurus dan anggota organisasi tertenru seperti Perempuan Muhammadiyah Siap Siaga, Jakmania Garis Keras, Leva (Lestari Mangrove dan Alam), dan Kawan Anies. (man)





