Jakarta, Harian Umum- Warganet menganjurkan Anies Baswedan agar melaporkan ketua Progress 98 Faizal Assegaf ke polisi, karena aktivis ini diduga kuat telah menghina gubernur DKI Jakarta melalui cuitan-cuitannya di Twitter.
"Sebaiknya Pak @aniesbaswedan & keluarga segera melapor si Faisal ini ke pihak berwajib sesegara mungkin, jangan dibiarkan. Ini sudah menghina bapak secara pribadi & keluarga, juga sebagai Gub. DKI," kata warganet pemilik akun @kandargalang seperti dikutip harianumum.com, Minggu (10/3/2019).
Usulan itu didukung warganet yang lain, di antaranya oleh pemilik akun @ngapayah.
"@SuaraAnies min tolong ditindaklanjuti cuitan si Faizal itu ... penghinaan kepada keluarga Baswedan," katanya.
Data yang dihimpun menyebutkan, cuitan Faizal yang menghina Anies Baswedan tersebut diposting pada Sabtu (9/3/2019). Ada empat cuitan aktivis yang pada 2018 lalu didepak dari Presidium Alumni 212 itu, yang terindikasi menghina, bahkan diduga memfitnah keluarga Anies Baswedan.
Cuitan-cuitan itu juga berpotensi memfitnah PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Berikut isi keempat cuitan itu:
"Jangan pernah kau @aniesbaswedan kotori sejarah Habaib di NKRI dengan politik promordialisme kekekmu yang pernah menipu umat demi meraih kekuasaan. Watak licik & haus kekuasaanmu tak beda dengan kakekmu, AR Baswedan. Fakta sejarah kakekmu, politisi pengusung Arabisme untuk kekuasaan!"
"Ingat bung @aniesbaswedan, kita ini warga keturunan Arab, tahu dirilah! Jangan pernah menghidupkan kembali politik busuk primordialisme kakekmu di bumi NKRI. Jangan pernah menjadikan kantor Gubernur DKI JKT sebagai markas politik kaum intoleran HTI & PKS. Goblok kamu, pengkhianat NKRI!"
"Ingat @aniesbaswedan, para tokoh Habaib berjuang dengan tulus demi kebhinekaan NKRI yang damai & sejuk. Mereka tidak rakus jabatan & kekuasaan. Cukup kakekmu A.R. Baswedan, mencoreng sejarah sebagai penipu berkedok politik primordialisme. Tapi tampaknya watak licik tersebut kau hidupkan lagi".
"Kau @aniesbaswedan nuka lagi fakta sejarah. Kakekmu A.R Baswedan, penipu berkedok politik identitas. Dia jebak kalangan Habaib untuk meraih jabatan di era Soekarno dengan mengusung watak primordialisme. Sekarang perilaku itu kau lanjutkan lagi dengan bersekutu dengan radikalis HTI & PKS".
Tak hanya disarankan untuk dilaporkan, keempat cuitan itu juga mengundang kritik pedas dari warganet.
"Si Faisal ini sudah ga punya adab, sungguh mulutnya melebihi binatang!" sembur @yoesdiana.
"Gak bisa move on dari Pilkada DKI, kami bersyukur pak @aniesbaswedan terpilih hingga jakarta senyaman dan setentram sekarang. Rakyat DKI tidak salah memilih ... siapa yang radikal? Jakarta sudah tenteram kau usik-usik ... kebijakan mana yang salah dari pak anies?" tanya @banyu_aj.
"Si mulut kotor sembarangan bat ngata-ngatain pa anies. Cari perhatian publik ajeh lo!" umpat @hm_nui.
"Apa sikap aparat? Menunggu laporan bagi yang merasa dirugikan? Atau bagaimana? Gubernur itu pejabat negara loh ...," kata @BSukamdono.
Cuitan Faizal Assegaf itu juga mendapat perhatian khusus dari mantan komisaris PT Bukit Asam yang juga mantan staf ahli Kementerian ESDM, Muhammad Said Didu.
Dari cuitannya, terbaca kalau Said menyesalkan sikap aparat kepolisian yang cenderung menumpulkan penegakkan hukum terhadap pendukung pemerintah yang juga pendukung Capres nomor urut 01, Jokowi, namun tajam terhadap pendukung oposisi.
Cuitan Said cukup singkat. Begini isinya; "Sampai kapan negeri ini membiarkan orang seenaknya menghina orang lain?"
Cuitan dengan dengan makna yang sama juga dicuitkan @boyamin_alhabsy.
"Penak ya kalau berlindung di ketiak penguasa!!! Amann!!! @faizalassegaf," kata dia.
"Ga bayangin kalau kubu 02 yang bikin tweet kaya begini. Mungkin sejam langsung diringkus .... Hiii takutt UU ITE. #2019GantiPresiden," kata @satriyogantari. (rhm)







