Jakarta, Harian Umum - KPK menggeledah sejumlah lokasi untuk mendapatkan bukti-bukti tambahan dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Presiden di Kementerian Sosial (Kemensos) pada tahun 2020 yang mencapai 6 juta paket.
LJuru bicara KPK Tessa Mahardhika mengatakan, lokasi yang digeledah berada di sekitaran Jabodetabek.
"Bahwa hari ini ada kegiatan penyidikan di perkara Bansos Presiden di Jabodetabek. Untuk tempat-tempat, titik pastinya, kami belum bisa sampaikan karena kegiatan masih berlangsung," kata Tessa kepada wartawan di KPK, Selasa (23/7/2024), seperti dilansir Kumparan.
Ia berjanji jika ada hasil dari penggeledahan tersebut, akan disampaikan kepada media, terutama barang bukti yang didapatkan.
Namun, Tessa memastikan bahwa penggeledahan tidak dilakukan hanya di satu titik saja.
Seperti diketahui, kasus ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi Bansos yang menjerat eks Mensos Juliari Batubara, namun kasus ini tidak berkaitan dengan kasus itu karena merupakan temuan baru dari kasus itu.
Bansos yang dikorupsi berupa Bansos Beras sebanyak 6 juta paket dengan kerugian negara mencapai Rp250 miliar menurut perhitungan sementara.
Bansos yang dikorupsi adalah Bansos beras yang digelontorkan pada tahap 3, 5 dan 6 pada tahun 2020.
Kasus ini telah menjerat seorang tersangka dari pihak swasta. (man)







