Jakarta, Harian Umum - Massa Aksi Akbar Buruh Ultra Damai masih bertahan di kawasan Air Mancur dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, karena mereka telah bertekad takkan pulang sebelum Presiden Jokowi mencabut UU Cipta Kerja.
Mereka tak gentar meski UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum membatasi waktu unjuk rasa/demonsstrasi di tempat terbuka hanya hingga pukul 18:00 WIB.
Selepas magrib, sempat terdengar imbauan polisi agar massa membubarkan diri, tetapi tidak diidahkan. Mereka tetap berorasi, bahkan menyetel musik keras-keras dan membuat api unggun dengan membakar kayu-kayu dan baliho yang terdapat gambar Presiden Jokowi.
"Kami akan menginap di sini sampai Jokowi mencabut UU Cipta Kerja," kata seorang orator dari salah satu mobil komando.
Dari pantauan terlihat, selain Jalan Merdeka Barat yang diblokade polisi, buruh menutup Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan MH Thamrin dengan mobil komando dan motor yang dibariskan.
Di antara mereka ada yang duduk-duduk di sepanjang tepi Air Mancur yang sedang tidak aktif menyemburkan air, dan ada yang tidur-tiduran di jalan.
Mereka bukan cuma kaum lelaki, tetapi juga perempuan. Bahkan banyak emak-emak.
Sebelumnya, Koordinator Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) yang juga Ketum DPP KSPSI, Jumhur Hidayat, mengatakan, bahwa buruh yang terlibat aksi yang dikoordinir AASB ini telah bertekad takkan pulang sebelum tuntutan berhasil.
"Aksi damai ini tidak akan bubar sebelum Preaiden Jokowi menerbitkan Perppu Pencabutan UU Cipta Kerja.
Seperti diketahui, ada tiga tuntutan dalam aksi yang diikuti sekitar 200.000 orang itu, termasuk mahasiswa, di mana tuntutan utamanya adalah cabut UU Cipta Kerja.
Tuntutan yang lain adalah cabut UU Kesehatan dan wujudkan Jaminan Sosial Semesta Sepanjang Hayat (JS3H). (man)




