Jakarta, Harian Umum - Dampak peristiwa aksi massa 21-22 Mei 2019 tidak hanya menimbulkan korban jiwa, namun juga berimbas adanya penurunan kepuasan dan kepercayaan masyarakat atas kualitas demokrasi Indonesia.
Hal tersebut berdasarkan survey yang dilakukan SMRC (Syaiful Mujani Research and Consulting). Survey dilakukan dengan wawancara 1220 responden dengan metode secata random di seluruh Indonesia pada 20 Mei-1Juni 2019. Dengan margin of eror 3,05 persen.
Direktur SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, dampak dari aksi massa pada 21-22 Mei mengakibatkan secara umun kepuasan masyarakat terhadap Demokrasi menurun dari 74 persen menjadi 66 persen.
"Survey menunjukan pada bulan April 2019, tingkat kepuasan masyarakat terhadap demokrasi menurun dari 74 persen menjadi 66 persen pada bulan Juni 2019 atau paska kerusuhan 21-22 Mei," kata Sirojudin saat menggelar keterangan pers, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, (16/6/2019).
Sirojudin melanjutkan survey juga menunjukan adanya penurunan kepercayaan masyarakat kepada sejumlah hal yang menjadi indikator kepuasan demokrasi.
Salah satunya menurut Sirojudin adalah perlakuan semena-mena aparat penegak hukum yang menimbulkan ketakutan masyarakat. "38 persen masyarakat saat ini warga sering merasa takut dengan perlakuan aparat yang semena-mena. Sementara indikator tersebut pada tahun 2014 masih di angka 24 persen," terangnya.
Selain itu kata Sirojudin indikator lainnya adalah masyarakat sering takut bicara politik bertambah menjadi 43 persen dibanding tahun 2014 sebesar 17 persen. "28 persen warga juga menilai pemerintah sering mengabaikan konstitusi. Sementara pada tahub 2014 hanya 23 persen," tandasnya. (Zat)







