JAKARTA, HARIANUMUM- Serangan terhadap Anies Baswedan di awal jabatannya sebagai gubernur Jakarta 2017-2022 membuat para relawan dan pendukungnya merapatkan barisan agar sang Gubernur tidak dapat dijatuhkan di tengah jalan.
"Kita akan kawal mereka, terutama dalam merealisasikan 23 janji yang diucapkannya saat kampenye Pilkada DKI 2017 lalu," jelas Jubir Relawan Pemenangan Anies-Sandi, Budi Siswanto, kepada harianumum.com di Jakarta, Kamis (19/10/2017).
Ia menjelaskan, cara para relawan dalam mengawal Anies-Sandi adalah dengan mengamankan keduanya dari gangguan kelompok-kelompok dan orang-orang yang hingga kini masih tidak dapat menerima kemenangannya pada Pilkada lalu.
Pengamanan itu dilakukan dengan beragam cara, termasuk dengan memberikan masukan-masukan kritis dan kostruktif, mengawal pelaksanaan program-program unggulan seperti KJP plus dan KJS plus, serta mengawal janji-janji yang menjadi sorotan masyarakat seperti janji akan menghentikan proyek reklamasi dan menutup Hotel Alexis yang diduga sebagai hotel esek-esek.
Relawan juga akan membantu pemerintahan Anies-Sandi dalam membuat aturan-aturan atau regulasi agar tidak muncul diskresi yang didasari kepentingan sendiri, namun seolah-olah untuk kepentingan masyarakat.
Meski demikian, lanjut Budi, pihaknya juga meminta Anies-Sandi fokus pada program-program dan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan "tipis kuping".
"Biarkan saja (orang-orang itu), dan jalan terus. Jika mereka telah merasakan manfaat dari pemerintahan Anies-Sandi, saya yakin mereka akan berubah mendukung," tegasnya.
Seperti diketahui, baru satu hari menjabat sebagai gubernur, Gubernur Anies Baswedan telah dilaporkan dua LSM ke polisi hanya gara-gara menggunakan kata "pribumi" dalam pidato perdananya setelah dilantik, Senin (16/10/2017). Keduanya diketahui merupakan LSM pendukung pasangan Ahok-Djarot.
Tak hanya itu, hingga hari ini Ketua DPRD DKI yang juga politisi PDIP, Prasetyo Edy Marsudi, belum juga mengeluarkan izin untuk menyelenggarakan sidang paripurna istimewa yang antara lain beragendakan mendengarkan visi misi Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno.
Sempat beredar isu di media sosial bahwa ada upaya dari pihak pengusung Ahok-Djarot untuk menjatuhkan Anies-Sandi di tengah jalan. Di antaranya dengan membuat Anies-Sandi menjadi tersangka kasus pidana, sehingga dapat dimakzulkan. (rhm)





